Sungguh Lucu

Bila kamu yang terus bersemayam dalam benak saya, akankah artinya saya jatuh hati kepadamu?

Saya menyadari satu. Saya punya kebiasaan mengingat sesosok manusia ketika saya tengah melakukan perjalanan. Perjalanan apapun itu, baik liburan, perjalanan dinas, diklat atau bahkan perjalanan singkat ke luar kota satu hari. Intinya, bila saya sudah berada di luar Aceh lalu ketika saya teringat ingin membawa semacam oleh-oleh untuk keluarga, sesosok manusia lain melintas dalam pikiran.

Sesosok manusia yang bisa dikatakan tidak hanya melintas dalam pikiran, namun seperti bergerak bersama bayangan. Mengikuti ke mana pun saya menuju. Pada setiap derap langkah. Pada setiap moment. Mungkin dalam sanubari, saya mengharapkan dia ikut bersama saya menapaki perjalanan ini.

Anehnya, sosok yang muncul satu demi satu berganti. Dalam satu tujuan satu sosok muncul. Perjalanan berikutnya sosok lain lagi yang muncul. Sosok-sosok tersebut menjelma seorang lelaki yang tengah dekat dengan saya pada satu periode waktu. Yang mana dalam satu perjalanan ke perjalanan lain berganti orang.

Entah hati saya yang tidak pasti, entah memang takdir belum juga berpihak menjadikan saya dan seseorang sepasang. Lelaki yang dekat terus saja berganti tanpa sempat menetap. Tanpa banyak tatap. Lalu dengan satu aba mereka melangkah membunyikan banyak derap. Pergi jauh bersama semua harap.

Kemarin. Padahal hanya melintas ke kota tetangga. Cuma satu setengah hari pula. Tapi entah kenapa, kesendirian saya dan kenekadan saya bepergian sendiri menghadirkan secuil perasaan melankolis.

Bang, andai kamu temanin saya ke sini, pasti saya gak perlu makan sendirian seperti ini,”

Dan… begitu tersadar akan siapa sosok yang saya harap dan panggil ‘Bang” tersebut, hati saya memanas seketika.

Apakah artinya saya jatuh cinta kepadamu?

Dan tanpa ampun. Bayangin dirimu terus mengikuti bayangan saya sepanjang hari.

Bagaimana bisa?

Kenapa kamu?

Imajinasi saya, membentukmu. Sungguh lucu.

Aneh-anehnya Security

Mungkin agak kurang pas pendengaran.

Saya: M… tolong tutup pintunya

Security: Iya, Bu.

Lalu hening…

Saya: * ulang* M, tolong tutup pintunya

Security: *hening

Pintu masih terbuka. Lalu saya bangkit dari kursi melongok ke ruang nasabah tempat security bertengger di dekat pintu masuk outlet.

Saya: M… tutup pintu saya bilang, kan? *nada suara meninggi

Security: Udah Bu.

Saya: Mana?

Security; Ini lampunya udah mati, Bu.

Saya: Masyallah… Saya bilang tutup pintu.

Security: Iya, Bu.

*Masih anteng gak nutup pintu

Saya: * Bangkit dan keluar ke ruang nasabah menuju pintu masuk outlet.* Saya bilang, tutup pintu. Pintu. * sambil nunjuk pintu dan nutup dengan penuh angkara*

Security: *Cengengesan genit

Masih Security sama dengan Pengelola berbeda. Telinganya harus diperiksa.

Pengelola Tampan: M… tolong hidupkan lampu.

Security: *pergi ke belakang lalu muncul dengan sapu

Pengelola Tampan: tolong sebentar hidupkan lampunya.

Security: Ini, Pak. *ngasih sapu

Pengelola Tampan: Buat apa?

Security: Tadi bapak minta.

Pengelola Tampan: * istighfar sambil salto*. Ya udah kamu sapu di sini yang bersih. Setelah itu hidupkan lampu ya. Lampu. *nunjukin tangan ke lampu

Security: Iya, Pak.

Akronim yang ambigu.

Saya: tolong antarkan saya ke PP**, ya?

Security MZ: Iya, kak. Boleh.

Saya: * ngerasa ragu*. Kamu tau PP kan?

Security MZ: Taulah, Kak. * muka sombong*. Pulang-Pergi kan, Kak?

Saya: *melongo *

**PP merupakan singkatan lazim yang banyak diketahui orang dari Pante Pirak. Sebuah swalayan yang sempat berjaya di Aceh sebelum wabah Indomaret masuk dan Suzuya kini berkuasa.

Alarmnya Jangan Ditekan

Saya: Bang J, kita test alarm ya?
Satpam J: Iya, Bu Intan.
Saya: Saya tekan ntar Bang J langsung matikan ya?
Satpam J: Siap, Bu Intan.
Saya: Oke. *siap tekan tombol*
Satpam J: Bentar, Bu Intan. Jangan ditekan. *Panik*
Saya: Kenapa?
Satpam: Nanti alarmnya hidup.
Saya: Ya namanya juga test alarm, Bang J -____-“