Cincin

Siang itu saya mengunjungi toko emas langganan terkait urusan kerjaan. Pembicaraan kami random. Dari urusan kerjaan hingga bercanda. Dari tanya harga emas, tanya usia. Dari nego harga hingga ke pembicaraan soal cincin.

“Cincinnya kok gak dipake, Tan?”

Sontak saya melihat ke jari manis saya tempat sebuah cincin bernaung beberapa bulan ini. Cincin belah rotan pasir ditaksir perhiasan emas 23 karat berat 10 gram. Yang kalau bahasa pasarnya. Cincin 3 mayam mas murni. Cincin tersebut saya pesan di toko tersebut. Cincin yang digunakan pada acara pertunangan saya dengan seorang lelaki. Cincin yang mengikat saya, hati saya, pikiran saya hanya untuk satu lelaki saja. Dalam cincin itu bahkan terukir nama saya dan nama lelaki yang memberikan cincin itu.

“Oh.. iya.. Lupa, bang.”
“Emang dilepas-lepas ya?”

“Iya. Kalau di rumah gak pake. Lepas jam tangan ya lepas juga cincinnya. Jadi kadang lupa.”

“Gak nyaman ya?” tanya lelaki pemilik toko emas itu lagi.

“Iya.” Jawab saya simpel.

Berat cincin itu lumayan. Bagi perempuan yang tidak gemar memakai perhiasan seperti saya. cincin dengan berat 3 mayam (10 gram) itu lumayan bikin berat dan tidak nyaman. Selama ini paling berat saya pakai 2 mayam (6.6 gram). Bentuk cincin tersebut yang belah rotan padat juga cukup membuat keberadaan cincin tersebut amat terasa. Dan juga karena saya sedikit tahu tentang emas, makanya saya jarang memakai cincin tersebut, singkat kata cincin itu meski special namun kegunaannya sama seperti aksesoris saya lainnya.

“Ya udah, kalau gak nyaman balikin aja.”

“Balikin gimana, bang? Diganti bentuknya gitu sama abang?” saya bertanya polos.

“Balikin aja sama orangnya. Nanti abang kasih lain. Biar pake cincin yang abang kasih aja.”

“Haaa? Kok gitu?”

“Tadi katanya gak nyaman. Ya udah sama abang aja.”

“Bukaaaaaan… maksud Intan tu cincinnya yang bikin gak nyaman. Karena berat. Bukan sama orangnya.”

“Biasa, kalau lepas pake gitu tanda gak nyaman sama orangnya. Kalau lepas pakai gitu nantinya juga bakal terlepas. Cincinnya. Orangnya.”

Kalimat itu berhasil membuat “deg” di hati saya. gedebam “deg” itu membuat saya henyak seketika.

Nanti saya kisahkan kenapa kalimat tersebut membuat “deg” keras di hati saya. Di lain kisah. Lain hari.

“Oh… baiklah… mulai besok bakal Intan pake setiap hari cincinnya.”

“Ya gitu lah. Karena kalau intan gak mau cincin itu. Abang siap kasih cincin yang lain”

“Gak usah, bang. Gak usah repot-repot. Cincin dari abang lebih bikin gak nyaman.”

“Kenapa?”

“Cincin jadi istri ketiga. Mana mau Intan.” Jawab saya ketus.

Lalu kami tertawa.

Pulang dari sana. Pikiran banyak memenuhi kepala saya. Kalimat si toke emas itu. Kenyataan. Kekhawatiran.

Pulang ke rumah saya langsung menuju kotak perhiasan saya. Mengambil cincin itu. Memasangnya di jari manis saya. Lalu meski tidak nyaman, saya memakainya ketika mandi, ketika mencuci dan ketika apapun itu di rumah. Bahkan sampai ketika cuci muka dan muka saya terasa banget tergaret-garetnya. Saat pakai krim malam juga kulit wajah saya harus mengalami kebrutalan aksi cincin itu. Karena bertekstur pasir jadi lumayan bin wajah saya terasa terbaret-baret. Hingga saya bawa tidur.

 

Tidur saya yang nyenyak harus terhentikan ketika tangan saya dengan tidak sengaja menampar wajah saya sendiri. Cincin tersebut sukses membuat wajah saya terbaret dan jidat saya sakit karena hantaman dari tangan saya. Saya juga heran kenapa saya tidurnya bisa seaktif itu. Tapi dengan cincin tersebut membuat keaktifan tangan saya melukai wajah saya.

Demi esok pagi yang cerah. Saya terpaksa melepaskan cincin tersebut dan meletakannya di bawah bantal. Sebelum melanjutkan tidur. Saya bergumam.

“Bukan karena Intan gak nyaman sama abang, Intan lepasin cincinnya. Tapi karena cincinnya yang bikin gak nyaman.”

Padahal cincin itu dibuat sesuai model yang saya inginkan. Hanya saja, pas saya memesan cincin itu saya memang gak berniat untuk memakainya setiap saat setiap hari. 24 jam. Maka itu saya memilih bentuk itu. Kalau tau cincin tunangan itu meski dipakai setiap hari konon saya akan memilih cincin belah papan dengan berat 2 mayam saja.

 

Setelah itu setiap harinya ketika saya melihat nasabah saya memakai cincin bermayam-mayam di lebih dari 3 jarinya saya suka bergumam sendiri, “gak berat apa ya tangannya?”

Untungnya si abang tunangan bukan tipikal lelaki yang menuntut agar saya memakai cincin pemberiannya setiap hari. Memang saya usahakan untuk selalu ingat memakai cincin tersebut ketika bertemu dengannya. Namun bila saya terlupa ia tak bertanya apa-apa.

Cincin tersebut. Saya memang cepat menyerah untuk mempertahankannya dipakai setiap hari. Namun untuk yang memberikannya, semoga pikiran dan hati saya tetap teguh untuk tak pernah menyerah mempertahankannya.

img-20161223-wa0006.jpg

Advertisements

Recehan yang Menjadi Emas

Hari itu seperti hari kerja lainnya. Nasabah datang silih berganti. Rata-rata ibu-ibu seperti biasanya. Hingga seorang Ibu yang wajahnya familiar bagi saya datang dan berkata, “Dek anak saya mau nabung emas.”

Saya berjinjit sedikit dan melongo ke bawah untuk melihat anak yang dimaksud ibu tersebut dengan gestur tubuhnya. Konter kerja saya tinggi hingga agak menyulitkan saya melihatnya meskipun akhirnya terlihat juga seorang anak perempuan berseragam merah putih.

Criing….criiiing….

Bunyi uang receh nyaring di lantai. Si Ibu mesem-mesem malu.

Dek, kalau uang receh bisa, kan? Ini uang celengannya dia. Dipindahin ke sini aja duit celengnya.

Wah… boleh, bu. Boleh banget. Saya juga malah perlu uang recehan. Rada sulit nyari recehan sekarang, Bu.

Si Adek berseragam SD tersebut lalu dengan kedua tangannya menaruh pundi-pundi hartanya ke atas konter untuk ia berikan ke saya. Saya sambut dengan sumringah. Sumringah karena ini kali pertama mendapati anak SD yang punya kesadaran menabung emas. Sumringah melihat recehan yang bisa dijadikan stok kasir buat kembalian ke nasabah. Sumringah kejadian ini bisa jadi bahan tulisan buat kontes Sahabat Pegadaian.

Dua puluh lima ribu ya, Kak. Sepuluh ribunya sama Mamak.” Ucapnya malu-malu.

Iya. Kakak hitung dulu ya.” Saya meraup recehan tersebut. Si ibu langsung memberikan lembaran sepuluh ribuan yang dia keluarkan dari dompetnya.

Untuk beramah tamah saya bertanya, “Si Adek udah tau kalau uang jajannya dimasukin ke Tabungan Emas gini, Bu?

Udah. Udah saya bilang kemarin itu.

Dianya gak keberatan?

Gak. Dia suka. Ada bukunya. Ada namanya dia.”

Saya terharu. Saya ingin meneteskan air mata. Namun ingat eye liner yang saya pakai gak waterpoof jadinya terharu doang tanpa pake air mata.

Setelah uang kelar dihitung dan jumlahnya sesuai yang disebutkan si adek SD, saya input transaksinya. Si Ibu juga gak mau kalah. Beliau juga ikutan nabung. 300 rebu.

 

Setelah mereka selesai bertransaksi masih dengan senyum sumringah karena mendapati anak SD datang ke Pegadaian bawa recehan beli emas, saya berkata, “Rajin-rajin ya, dek nabungnya. Entar kalau gede emasnya udah banyak, deh.

Si Adek senyum malu-malu. Menggenggam tangan ibunya. Dan berlalu dari kantor saya.

 

Segera setelahnya saya berpikir. Betapa anak SD aja mampu menabung emas, lalu di belahan bumi Nusantara yang lain ada temen saya yang masih meragukan kejumawaan Tabungan Emas. Atau bahkan yang lebih memprihatinkan, belum tau apa itu Tabungan Emas.

 

Saya flashback lagi deh. Meskipun tulisan Tabungan Emas udah berkali-kali saya bahas di blog saya.

Pegadaian kini hadir dengan inovasi yang memudahkan nasabah memiliki emas hanya bermodalkan duit 5 ribuan aja. Produk itu lalu dikenal dan melegenda dengan nama Tabungan Emas.

Tabungan Emas memiliki mekanisme transaksi serupa dengan tabungan biasa pada bank umumnya. Namun yang membuatnya kece dan berbeda adalah saldonya yang langsung dikonversikan ke dalam gram emas.

Kebayang?

Ilustrasi gampangnya gini.

Harga emas hari ini setelah saya cek di Aplikasi Sahabat pegadaian adalah Rp5.480 per 0.01 gram. Jadi bila kamu minimal bawa duit segitu kamu udah bisa nabung emas senilai 0.01 gram. Murah, kan?

Kalau kamu mau bawa duit lebih sih bisa juga. Coba lihat mungkin di dompet kamu ada recehan seribuan atau limaratusan yang berat-beratin dompet. Sinih, tukerin ke emas. ada berapa? 7.000? 10.000? 100.000? terserah kamu deh mau nabung berapa. Berapapun rupiah yang kamu kasih akan Tabungan Emas konversi langsung ke gram emas yang setara. Tapi inget, minimal penyetoran ya harus seharga 0.01 gram yang harganya berubah-ubah setiap harinya.

 

Untuk mengetahui harga emas kamu sih gak perlu repot-repot datang ke Pegadaian dulu. Tinggal gunakan hape, kamu donlod aplikasi sahabat pegadaian. Di sana bakal update harga emas harian per 0.01 gramnya. Atau kamu bisa juga main ke pegadaian.co.id

screenshot_2016-11-30-19-07-48_com-arukasi-pegadaian

Syarat pembukaan rekening Tabungan Emas ini gampang aja. Segampang kita diputusin sama kekasih pas lagi sayang-sayangnya. Eh maap. Keceplosan.

Syaratnya KTP dan uang Adm sebesar Rp10.000 lalu saldo awal per 0.01 gram. dengan ketiga hal itu kamu udah berhasil memunyai rekening Tabungan Emas Pegadaian.

 

Nah, kalau kamu mau tanya kenapa dedek gemesh yang masih SD pun bisa punya rekening Tabungan Emas padahal dia belum punya KTP?

Itu dia nebeng pake rekening emaknya. Jadi dibuatkan qq untuk rekeningnya dia.

14925551_10206173892220801_4970519693940212890_n

Awalnya emaknya harus bikin rekening Tabungan Emas dulu sebagai rekening induk. Lalu untuk membuat buku rekening tabungan si anak secara terpisah tinggal dibuat rekening tambahan dari rekening emaknya. Jadinya buku rekening emak dan anak terpisah. Si anak seneng. Emaknya bangga karena anak kecil udah punya kepedulian untuk menabung. Terlebih menabung emas yang memang udah dipercaya sejak nenek moyang dulu ampuh buat menjaga nilai uang kita.

 

Saya ngebayangin  Si Adek SD itu bila ia rutin menabung setiap minggu atau bulannya dari recehan sisa uang jajannya. Maka kelak, ketika ia dewasa ia sudah memiliki emas yang berlimpah. Yang bisa ia gunakan buat biaya pendidikannya kelak atau modal ia berwirausaha. Apapun itu. Yang jelas, anak sekecil itu sudah berinvestasi sejak belia. Investasi emas pula.

 

Jadi kamu, yang duitnya berwarna merah bergambar mantan presiden masih mikir-mikir buat berinvestasi emas? masih mikir  buat nabung emas? malu ih. Anak SD aja, yang duit recehan bisa nabung emas.Berinvestasi emas. Untuk membeli masa depan dengan harga sekarang.

 

Dan ada yang baruuuuu nih…

Sekarang untuk bertransaksi emas sudah bisa melalui ATM bagi pemegang kartu ATM BNI atau BRI. Jadi entar kalau kamu mau transfer duit buat emak di kampung, istri atau bayar hutang, bisa disekaliankan buat membeli emas via ATM.

 

Ayoooo… menabung emas bersama Pegadaian. Mengatasi masalah tanpa masalah.

IMG-20160404-WA0000.jpg

#AyoMenabungEmas

Ketika Duit 5 Ribu Bisa Beli Emas

Kemarin ngebaca status temen di jejaring sosial. Status yang mengeluhkan betapa sudah bekerja dua tahun namun belum memunyai aset atau bahkan memulai cicilan apapun. Cicilan apartemen atau rumah misalnya. Cicilan pesawat bisa jugak.

Ada yang bilang, kalau menjadi anak muda yang single itu uang pasti bakal habis buat beli ini beli itu. Atas dasar belum punya tanggungan jadinya kita bebas memfoya-foyakan gaji buat membeli sesuatu untuk kesenangan semata. Gadget. Baju. Jalan-jalan. Kosmetik. Makan di resto fancy. Nongkrong tiap akhir pekan. Seperti-seperti itulah.

Kalau udah begitu ntar baru kerasa pas udah mau nikah atau udah nikah, lah kok gak punya tabungan sih? Lah kok udah kerja 10 tahun masih gini-gini aja hidupnya? Lah kok, lah kok lainnya.

Nah.. sebagai orang yang juga termasuk gak bisa nabung kecuali kalau dipaksa seperti yang pernah saya bahas dalam tulisan ini (Gak Bisa Simpen Duit? Simpen Emas Aja) dan ini (#Pejuang20Ribu). Kini saya hadir dengan sebuah tips mudah untuk nabung demi masa depan kaya raya. Tips ini juga saya ikut sertakan ke sebuah kontes yang dibikin oleh Pegadaian.

Uang 5000 bisa buat apa sih?

Pulsa? Gak cukup.

Beli nasi? Tanpa lauk iya.

Beli akua aja sih paling cukupnya, lebih lagi 2 rebu.

Nah, kini ada loh cara nabung dengan uang cuma 5000-an tapi mampu menyelamatkan masa depan kita.

Masa sih?

Iya. Beneran. Ini serius.

Sekarang coba mulai perhatikan uang bergambar Tuanku Imam Bonjol itu lekat. Udah? Bawa uang itu ke Pegadaian terdekat di kota anda (jangan kota mantan atau kota istrinya mantan), lalu di Pegadaian uang itu bakalan disulap menjadi emas.

Ini no tipu-tipu ya.

Ini beneran. Ini Investasi Emas

Lalu pasti pada bingung, kan gimana caranya uang 5 rebu yang lazimnya udah lecek gitu bisa ditukar dengan emas. Emas kan mahal ya?

Selalu ada cara untuk menabung. Selalu ada cara di Pegadaian. Karena Pegadaian mengatasi masalah tanpa masalah

Jadi gini, Pegadaian hadir dengan produk baru (lagi). Sebuah produk bernama Tabungan Emas. Kita nabung pake uang lalu uang tersebut bakal dikonversi ke dalam emas dalam hitungan gram. Saldo yang tertera dalam buku tabungan berwarna hijau milik kita itu nanti akan berwujud berat emas dalam gram.

Jadi misalnya gini. Kamu datang ke Pegadaian bawa duit 5 rebu, lalu ntar tabungan akan bersaldo sejumlah 0,01 gram emas 24K. Kalau bawa duitnya lebih banyak otomatis berat emasnya juga nambah. Namun tetap dalam kelipatan 0.01 gram ya.

Gimana? Awesome tidak?

Saldo emas di buku tabungan emas itu nanti bisa kamu tarik bila kamu butuh duit. Nariknya juga bisa milih, mau dalam bentuk emas batangan atau dalam bentuk uang tunai. Tentu saja bila dalam bentuk uang tunai, saldo emas kamu akan dikonversi ke rupiah dalam hitungan harga emas pada saat kamu melakukan tarik tunai.

Tabungan emas sangat disarankan untuk kamu-kamu yang ingin punya aset berwujud emas tapi gak mau menerima resiko simpan emas di rumah. Tabungan ini juga cocok banget buat investasi masa depan yang bisa digunakan buat beli rumah, biaya pendidikan anak, atau bahkan buat ngelamar anak gadis orang. Menabung dengan emas untuk membeli masa depan.

Minimal setoran yang cuma 5 rebu pastinya gak bakal memberatkan siapapun. Kamu yang gajinya sebatas UMR juga bisa beli emas dengan produk terbaru dari Pegadaian ini. Jadi gak ada tuh lagi bermuram durja mikiran mahar yang susah banget kebelinya. Cukup nabung aja sedikit demi sedikit plus berdoa sama Tuhan, insyallah gadis impian mampu dilamar.

Buat yang bekerja tapi ngerasa belum punya aset hingga sekarang, udah bisa deh sekarang juga pergi ke Pegadaian bawa Fotokopi KTP kamu, siapin uang adm Rp10.000 dan materai 6000 untuk buka tabungan emas. Saldo minimal pun terjangkau. 5000-an rupiah saja.

FYI nih ya, setoran rupiah kamu ketika menabung itu mengikuti harga emas saat itu. Jadi misalkan tanggal 5 ini harga emas 0.01 gramnya setara dengan Rp5.480, maka kamu bayarnya Rp5.480 buat dapetin 0.01 gram sebagai minimum saldo. Atau kalau lusa harganya Rp5.500 per 0.01 gramnya, maka kamu bayarnya 5.500. pokoknya masih di range 5000-an lah, daripada jajan bakso pun gak dapet kan mending ditabung, ye kan?

Untuk informasi harga emas bisa kamu klik Pegadaian.co.id

Atau kamu bisa download Aplikasi Sahabat Pegadaian untuk mendapatkan info harga emas atau produk Pegadaian lainnya.

Screenshot_2016-11-30-19-07-48_com.arukasi.pegadaian.png

Nah.. dengan Produk Tabungan Emas, memungkinkan siapapun memunyai aset dalam bentuk emas dengan mudah. Emas merupakan cara bagus berinvestasi untuk menyelamatkan nilai uang kita di masa akan datang.

Pegadaian selalu hadir dengan inovasi barunya memudahkan masyarakat membeli emas. Ingat emas, Ingat Pegadaian.

Baca Juga: Pegadaian: Semua Bisa, Serba Bisa

img_20161112_115211

Pegadaian: Semua Bisa, Serba Bisa

Mengatasi masalah tanpa masalah. Itulah tagline dari Pegadaian yang sudah mendarah daging hingga 114 tahun lamanya. Tua ya? Banget.

Mungkin masih banyak orang di Bumi Indonesia ini yang berpikir, Pegadaian hanya terima gadai saja. Gadai emas. well… itu tidak salah. Spesialisasi Pegadaian memang gadai namun kini Pegadaian sudah merambah bisnis lainnya.

Jadi apa dong?

Gadai hati?

Oh..guys. Do you know something? Make “Gadai Hati Bisa Gak?” as a joke is so yesterday. Too old.

Jadi Pegadaian selain bisa menggadai Emas (perhiasan emas dan berlian), Kendaraan, Barang Elektronik dan Barang Elektrik lainnya, Pegadaian juga bisa:

  1. Melayani Mama Minta Pulsa.

Seringkan masuk sms Mama Minta Pulsa? Kalau saya sih dapet sms gituan langsung saya kirim pulsanya. Saya mah gitu orangnya.

Yakali… yang minta juga mamah kandung saya sendiri.

 

Jadi nih ya, semisal kamu lagi datang ke Pegadaian perlu dana buat kirim ke kampung. Tapi pas mau kasih kabar dulu ke orangtua di kampung ternyata sisa pulsa di kartu prabayar anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini. Relax… jangan gundah gulana. Sok atuh… isi pulsa aja dulu di Pegadaian. Isi token listrik juga bisa. Atau mau sekalian bayarin listrik rumah di kampung? Atau bayar rekening telpon? Wuih.. bisa. Di pegadaian semua bisa. Bayar tiket kereta api aja bisa. Bayar togel aja yang gak bisa.

 

Dari hasil gadaian yang cuma diproses 15 menit cair, duitnya mau langsung dikirim ke kampung. Orangtua di kampung gak punya rekening tabungan. Manfaatkan jasa pengiriman duit di Pegadaian.

 

  1. Remittance Pegadaian

Pegadaian juga memfasilitasi jasa pengiriman uang.

images

 

 

 

  1. Setiap bulan duit kok sisa banyak ya. Perasaan gaji bulan lalu belum abis eh udah gajian aja lagi. Susah emang kalau kelebihan duit. Nah gimana kalau duitnya dikonversi aja ke emas? Berinvestasi selagi muda agar tua kaya raya.

Pegadaian menyediakan 4 fasilitas untuk “membuang” duit kamu ke bentuk emas. Pertama, bisa beli emas batangan bersertifikat internasional (ANTAM) secara tunai.

Kedua, bisa beli emas secara angsuran.

Ketiga, main arisan emas. Karena main arisan taperwer is so yesterday sedangkan main arisan brondong itu dosa!

Keempat, tabungan emas. it’s new and it’s so damn cool. Cuma dengan 5000 kamu bisa nabung emas. Emejing gak sih?

 

Masih belum terpana jugak dengan produk-produk Pegadaian?

 

  1. Saya kasih tau lagi nih. Di Pegadaian kamu bisa beli mobil atau motor secara kredit dengan jasa sewa/ijarah cuma 1%/ bulan. Muraaah kan? Murah gilaaa.

 

Udah beli motor tapi jangan suka ugal-ugalan ya. Nanti kecelakaan baru tau rasa. Meskipun kamu bisa beli Paket Asuransi di Pegadaian, tapi nyawamu lebih berharga loh.

Wait… Jadi pegadaian juga ada Asuransi?

Bentar.. ini kok Pegadaian udah kayak toserba yak?

Semua ada. Semua bisa. So emejing.

 

  1. Si Pintar merupakan salah satu produk Pegadaian yang masih lucu-lucunya. Si Pintar merupakan paket cicilan emas+asuransi atau cicilan emas+tabungan. Nyicil emas dapet asuransi. Nyicil emas dapet tabungan. Silahkan pilih. Karena hidup adalah pilihan.

 

Buat pengusaha mikro jangan gundah gulana kalau gak bisa gadaikan kendaraannya di Pegadaian dengan alasan kendaraannya dipakai tuk memperlancar usaha sekalian jemput anak-istri. Jangan jemput selingkuhan ya. Gak berkah hidupmu, vroh.

 

  1. Simpan BPKB kendaraanmu di Pegadaian dengan syarat kamu punya usaha yang sudah berjalan, lalu dapatkan pinjaman dari Pegadaian untuk mengembangkan usahamu. Dengan jasa sewa/ijarah yang murah, mudah, insyaallah usaha berkah. Inget aja, jangan selingkuh.

*Kenapa saya jadi mamah dedeh gini?*

 

Kalau setelah baca ini ada rasa penasaranmu di hatimu, jangan ragu dan datang saja ke Pegadaian terdekat di kota anda. Gak usah repot-repot ke Pegadaian terdekat di kota mantan. Kalau belum move on yakin mau ketemu dia? Mending ketemu ama Penaksir di Pegadaian yang Ganteng dan Cantik. Naksir emas aja bisa, apalagi naksir hati kamu.

 

Masih berkembang stigma kalau yang datang ke Pegadaian adalah orang gak berduit atau orang susah. Terserah apa kata orang ya, yang jelas sesusah apapun kita, kita punya emas yang bisa digadaikan untuk dijadikan duit. Karena kita menggadai emas bukan harga diri.

 

Lagian dewasa ini, Pegadaian berkembang sebagai sumber pendanaan cepat dan murah yang mulai digandrungi. Syaratnya Cuma poto kopi KTP doang dan gak harus buka buku rekening menjadi salah satu kelebihan bertransaksi di Pegadaian.

Untuk remaja atau mahasiswa jangan sungkan datang ke Pegadaian karena Pegadaian bukan hanya mengatasi masalah tanpa masalah-nya orang yang sudah dewasa. Meski Pegadaian gak bisa mengatasi masalah cintamu yang ditolak atau tingkat kebaperanmu yang tinggi hingga rentan di-pehape-in, namun Pegadaian hadir membuka pintu selebar-lebarnya untuk membantumu mengatasi masalah keuanganmu.

 

Semisal, nunggu kiriman uang dari orang tua, sementara kamu bisa gadai laptopmu seminggu-dua minggu. Atau kamu yang cerdas yang mengalihkan kegalauan patah hatimu dengan menabung emas di Pegadaian. Karena tabungan emas di Pegadaian terjangkau bagi siapa saja. Cuma 5000 perak udah bisa nabung.

 

Jangan ragu dengan Pegadaian. Mengatasi Masalah Tanpa Masalah. Sekali datang semua urusan teratasi.

 

Jangan sungkan untuk klik di sini.