Gak Penting Eps: 4

Iya. Lagi. Saya pengen ada di rumah saat ini juga. Pasalnya karena saya sedang sakit.

Pengen merengek manja sama Mami dan bilang, “Mami…. adek sakit, suapin makan ya?”

Pengen juga minta Mami tolong urut jempol tangan saya yang terkilir. Ahya, Mami emang paling sering ngurut anak-anaknya. Semua anaknya pernah terkilir. Dan kami mending diurut sama Mami ketimbang sama orang lain.

“Mami… jari tangan adek terkilir nih…”

aah.. andai saya bisa bilang gitu sekarang. Ohiya, bisa sih bilang, tapi percuma, toh gak saya dapati Mami ngurut jemari saya.

Advertisements

Gak Penting Eps: 3

Bolehkah aku tak menghampiri mu sehari saja? karena hari itu penat begitu menyayat. Senyum tak mampu terkembang. Bukan aku ingin lari darimu. Hanya saja aku tak ingin kau melihat penampakan benang kusut pikiranku.

 

Bisakah sehari kau membiarkan aku menikmati hari walau aku harus menangis tiada henti di kamar sendiri? Karena mungkin aku terlalu sesak menahan semua ini. Terlalu berat. Dan bahkan aku tak mampu lagi memakai topeng “baik-baik saja”. Bukan tak mau kau menenangkan sesaknya hatiku. Tapi aku tak ingin menyusahkanmu.

 

Relakah kamu aku mengacuhkanmu sehari? Karena aku tak ingin memikirkan apa-apa tentangmu dulu. Aku ingin memikirkan tentang aku dan hanya aku. Bagaimana aku keluar dari masalah ini. Bukan mengabaikanmu. Tapi aku benar-benar ingin sendiri.

 

Sehari saja. Sebentar saja. Tanpa kamu karena aku bahkan tak mampu tersenyum.

Nanti. Setelah semuanya selesai aku taklukan aku akan kembali. Menemuimu dan bahkan tersenyum.

 

Dan.. aku akan menemani kamu lagi. Seperti biasa.

 

Gak Penting #2

Umur saya 22 tahun. 3 bulan lagi akan menuju angka 23. Saya tinggal di Banda Aceh lamanya seperti umur saya, akan tetapi baru pada hari ini saya tau dimana letak SMA Negeri 2 Banda Aceh berada.

Pulang kerja saya mampir ke SMAN 8. Mau liat pengumuman untuk adik bungsu saya yang akan bersekolah disana menghabiskan 3 tahunnya dalam seragam putih abu-abu. Dalam perjalanan pulang saya bilang sama adik saya bahwa saya pengen tau dimana letak SMAN 2. Ketika adik saya tanya untuk apa saya katakan kalau ingin tau letak toko buku Pustaka Paramitha yang saya dengar iklannya melalui radio terletak di depan SMAN 2 BNA. Ya intinya adalah toko buku tersebut. Kenapa juga saya pengen tau toko tersebut, karena awal bulan nanti saya mau belanja buku disana. Ya..ya ..ya, kamu gak salah baca. Saya emang berniat membeli buku. Yayayaya.. saya tau kebiasannya kan saya minjem buku bukannya beli. Tapi lain batu lain karang, kan?

SMAN 2. Tempat Ibu saya menempuh pendidikan menengahnya. Tempat beliau memakai seragam abu-abu lalu berkenalan dengan Ayah saya. Bukan. Ayah saya gak bersekolah di sekolah yang sama.

SMAN 2. Konon Ibu saya mengenal cinta ketika menjadi siswi di sekolah ini. (aje gile… mamak aku pacaran pas SMA donk?)

SMAN 2. Baru kali ini saya tau dimana letaknya. Sejak dulu sekolah cuman sampai angka 9 hingga kini sudah memasuki angka belasan.

Gak Penting #1

Sebenarnya ini percobaan. Perihal seberapa tangguh aku melawan hal-hal yang tak lazim
Sebenarnya ini pertaruhan. Akan segala yang pernah orang ragukan.
Sebenarnya ini pembuktian. Atas segala perkataan yang tak benar.

Lalu aku ambil resikonya. Lantas tertawa menanggung akibatnya.
Ini konyol. Tapi hal-hal konyol memang enggan lepas dariku.

Mencoba sabar agar tak kalah.
Mencoba pasrah walau tak rela.
Mencoba tersenyum pun ingin mencela.

Kini tinggal biarkan waktu terus berputar.
Kelak kita akan lihat siapa yang menang.