Hidup sendiri itu menyenangkan

Mencontek salah satu iklan provider telepon selular.

Hidup sendiri itu menyenangkan namun susah dijalanin.

 

Saya memang masih menikmati kesendirian saya. Menjalani hidup sendiri. Memutuskan suatu hal sendiri. Memilih apapun yang saya mau sendiri. Menghabiskan waktu sendiri. Dan bertanggung jawab hanya untuk diri sendiri.

Kebebasan. Itu adalah anugrah yang saya dapatkan di usia saya yang sudah 27 tahun. Bahagia. Menyenangkan.

 

Namun….

 

Terkadang susah buat dijalanin.

Susah kala air di galon habis dan saya mesti tawaf mengitari dispenser hanya untuk mendudukan galon tersebut di atas dispenser. Setelah mampu air membanjiri sekitar.

Susah tanpa bantuan lelaki.

 

Susah, kala lampu di kamar mati. Harus diganti yang baru, namun tidak bisa menggunakan alat pengganti bola lampu karena model penyangga lampunya lain. Saya harus manjat-manjat naik kursi yang telah dilapisi meja untuk mengganti bola lampu kamar kosan.

Susah tanpa bantuan lelaki.

 

Susah, kalau mau tidur punggung saya gatal minta digaruk. Punya suami di sebelah kayaknya enak ni. Sebelum ena ena bisa minta digarukin sampe terlena hingga ketiduran.

 

Well, hidup sendirian itu menyenangkan. Beneran. Namun susah buat dijalanin.

 

Jadi, nikah enak kali yak?

 

To be cont…

 

*Note: Tulisan dengan kondisi, situasi dan perasaan sebelum menikah.