Hai… :)

Pengantin baru muncul. Eciyeh… yang belom ucapin selamat mana suaranya? Bagi yang baca blog saya dan gak berteman di media sosial mungkin gak tau kabar terbaru saya. Iya. Bulan Februari lalu saya akhirnya mengentaskan dua orang jomblo di bumi ini. Saya dan suami.

 

Awalnya niatnya saya adalah ingin bercerita secara runut tentang bagaimana saya akhirnya memutuskan menikah yang telah coba saya lakukan dalam postingan dengan judul Memilih Suami Part bla bla bla. Lalu juga saya ingin menceritakan kenapa lelaki inilah yang saya pilih sebagai suami. Lalu dengan surprise (belagu) pada hari dan jam akad nikah saya bakal launching postingan yang telah di schedule sebelumnya untuk ngasih tau hari itu saya nikah. Rencananya sih gitu. Namun rencana tinggal rencana. Setelah lamaran yang diadakan akhir tahun lalu, semuanya berada di luar kendali. Masih beberapa kali saya mencoba menulis, namun makin dekat hari H rencana tinggal rencana.

Perkara ngurusin baju nikah, milih make up artist, booking gedung yang akhirnya keduluan sama orang yang otomatis bikin emosi saya bertambah kacau disamping mental yang terus saya coba asah agar siap menjadi seorang istri.

Kalut. Ribet. Belum lagi saya harus kerja. Lalu belum lagi melihat arus kas saldo saya terjun bebas. Dan masih juga diselingi pertanyaan dan pernyataan saya baik kepada diri saya sendiri maupun kepada pasangan, “haruskah kita menikah?”

 

Akhirnya… kisah yang ingin saya ceritakan berlalu begitu saja. Dan sekarang sudah sebulan setengah saya menjadi seorang istri. Baru kali ini saya sempat ngetik ngetik lagi untuk update blog.

 

Di kesempatan sedang ditinggal dinas keluar daerah oleh suami kali ini. Saya menyempatkan diri untuk menulis postingan blog ini. Postingan pertama setelah bergantu status. Eheeeey…

 

Namun… rencana yang tertunda insyaallah akan saya laksanakan mulai sekarang. Jadi seperti rikues yang masuk ke BBM yang meminta saya mengisahkan kehidupan pengantin baru harus ditunda dulu. Karena saya harus menceritakan kisah bagaimana saya akhirnya memutuskan menikah. Suatu keputusan besar nan absurd namun harus dilakukan.

 

Jadi… wahai pembaca. Terima kasih masih mau ngelirik blog ini meski pemiliknya suka angin-anginan moodnya.

 

Advertisements