Kuserahkan Padamu

Tentang siapa yang lebih dulu jatuh hati. Itu aku.

Tentang siapa yang mencintai lebih. Aku jumawa.

Namun tentang siapa yang ingin bertahan sampai akhir. Itu kuserahkan padamu.

 

Coba ingat ingat lagi. Siapa yang lebih dulu memulai. Meskipun kamu yang duluan mendapatkan kontakku dan memulai sapaan hi juga pertanyaan penuh basa basi. Namun akulah yang memulai memercikkan sebuah letupan, agar hatimu berdetak bila muncul namaku dalam notifikasi ponselmu.

 

Coba kamu resapi. Meskipun kamu yang mengutarakan perasaan dan memanggilku sayang berkali-kali tanpa balasan serupa dariku. Namun akulah yang mati-matian memohon agar tak pergi kamu dariku. Agar tak jauh kamu di mataku.

 

Tentang siapa yang lebih dulu jatuh hati. Itu aku.

Tentang siapa yang mencintai lebih. Aku jumawa.

 

Namun aku sadari. Pengorbanan yang lebih itu ada pada tangguhnya hatimu. Kesabaran tiada habis itu ada pada luasnya hatimu. Pemaafan tiada henti itu ada pada bijaknya pribadimu.

Pada aku yang plin-plan. Suasana hatiku yang berwarna warni. Baik burukku. Pada cinta yang bertahan sampai akhir. Semua kuserahkan padamu. Kupasrahkan padamu.

 

Bertahanlan sampai akhir. Sampai akhirnya kita memulai kehidupan baru kita. Hari setelah ijab Kabul kamu lantangkan mantap.

Bertahanlan sampai akhir. Sampai lelah mulutku mengomel padamu karena karena sebagai suami kamu masih terus saja lupa. Dan sebagai istri aku masih terus tak puas.

Bertahanlah sampai akhir. Sampai anak-anak kita tak hanya menjadi sumber kebahagiaan kita namun juga sumber sakit kepalanya kita.

Bertahanlah sampai akhir. Sampai rambutku memutih, kulitku kisut dan mataku tak mampu lagi melihat jelas senyum malu-malumu.

Bertahanlah sampai akhir. Dari kita memulainya berdua. Mengakhirinya berdua. Lalu hingga salah satu dari kita lebih dulu menghadap-Nya. Untuk yang pertama mengucapkan terima kasih pada-Nya, atas diberikannya jodoh terbaik. Atas skenario indah yang Ia buat. Atas pertemuan kita yang dijembatani dari kepatahhati-kepatahhatian.

 

Tentang siapa yang ingin bertahan sampai akhir. Itu kuserahkan padamu.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s