Recehan yang Menjadi Emas

Hari itu seperti hari kerja lainnya. Nasabah datang silih berganti. Rata-rata ibu-ibu seperti biasanya. Hingga seorang Ibu yang wajahnya familiar bagi saya datang dan berkata, “Dek anak saya mau nabung emas.”

Saya berjinjit sedikit dan melongo ke bawah untuk melihat anak yang dimaksud ibu tersebut dengan gestur tubuhnya. Konter kerja saya tinggi hingga agak menyulitkan saya melihatnya meskipun akhirnya terlihat juga seorang anak perempuan berseragam merah putih.

Criing….criiiing….

Bunyi uang receh nyaring di lantai. Si Ibu mesem-mesem malu.

Dek, kalau uang receh bisa, kan? Ini uang celengannya dia. Dipindahin ke sini aja duit celengnya.

Wah… boleh, bu. Boleh banget. Saya juga malah perlu uang recehan. Rada sulit nyari recehan sekarang, Bu.

Si Adek berseragam SD tersebut lalu dengan kedua tangannya menaruh pundi-pundi hartanya ke atas konter untuk ia berikan ke saya. Saya sambut dengan sumringah. Sumringah karena ini kali pertama mendapati anak SD yang punya kesadaran menabung emas. Sumringah melihat recehan yang bisa dijadikan stok kasir buat kembalian ke nasabah. Sumringah kejadian ini bisa jadi bahan tulisan buat kontes Sahabat Pegadaian.

Dua puluh lima ribu ya, Kak. Sepuluh ribunya sama Mamak.” Ucapnya malu-malu.

Iya. Kakak hitung dulu ya.” Saya meraup recehan tersebut. Si ibu langsung memberikan lembaran sepuluh ribuan yang dia keluarkan dari dompetnya.

Untuk beramah tamah saya bertanya, “Si Adek udah tau kalau uang jajannya dimasukin ke Tabungan Emas gini, Bu?

Udah. Udah saya bilang kemarin itu.

Dianya gak keberatan?

Gak. Dia suka. Ada bukunya. Ada namanya dia.”

Saya terharu. Saya ingin meneteskan air mata. Namun ingat eye liner yang saya pakai gak waterpoof jadinya terharu doang tanpa pake air mata.

Setelah uang kelar dihitung dan jumlahnya sesuai yang disebutkan si adek SD, saya input transaksinya. Si Ibu juga gak mau kalah. Beliau juga ikutan nabung. 300 rebu.

 

Setelah mereka selesai bertransaksi masih dengan senyum sumringah karena mendapati anak SD datang ke Pegadaian bawa recehan beli emas, saya berkata, “Rajin-rajin ya, dek nabungnya. Entar kalau gede emasnya udah banyak, deh.

Si Adek senyum malu-malu. Menggenggam tangan ibunya. Dan berlalu dari kantor saya.

 

Segera setelahnya saya berpikir. Betapa anak SD aja mampu menabung emas, lalu di belahan bumi Nusantara yang lain ada temen saya yang masih meragukan kejumawaan Tabungan Emas. Atau bahkan yang lebih memprihatinkan, belum tau apa itu Tabungan Emas.

 

Saya flashback lagi deh. Meskipun tulisan Tabungan Emas udah berkali-kali saya bahas di blog saya.

Pegadaian kini hadir dengan inovasi yang memudahkan nasabah memiliki emas hanya bermodalkan duit 5 ribuan aja. Produk itu lalu dikenal dan melegenda dengan nama Tabungan Emas.

Tabungan Emas memiliki mekanisme transaksi serupa dengan tabungan biasa pada bank umumnya. Namun yang membuatnya kece dan berbeda adalah saldonya yang langsung dikonversikan ke dalam gram emas.

Kebayang?

Ilustrasi gampangnya gini.

Harga emas hari ini setelah saya cek di Aplikasi Sahabat pegadaian adalah Rp5.480 per 0.01 gram. Jadi bila kamu minimal bawa duit segitu kamu udah bisa nabung emas senilai 0.01 gram. Murah, kan?

Kalau kamu mau bawa duit lebih sih bisa juga. Coba lihat mungkin di dompet kamu ada recehan seribuan atau limaratusan yang berat-beratin dompet. Sinih, tukerin ke emas. ada berapa? 7.000? 10.000? 100.000? terserah kamu deh mau nabung berapa. Berapapun rupiah yang kamu kasih akan Tabungan Emas konversi langsung ke gram emas yang setara. Tapi inget, minimal penyetoran ya harus seharga 0.01 gram yang harganya berubah-ubah setiap harinya.

 

Untuk mengetahui harga emas kamu sih gak perlu repot-repot datang ke Pegadaian dulu. Tinggal gunakan hape, kamu donlod aplikasi sahabat pegadaian. Di sana bakal update harga emas harian per 0.01 gramnya. Atau kamu bisa juga main ke pegadaian.co.id

screenshot_2016-11-30-19-07-48_com-arukasi-pegadaian

Syarat pembukaan rekening Tabungan Emas ini gampang aja. Segampang kita diputusin sama kekasih pas lagi sayang-sayangnya. Eh maap. Keceplosan.

Syaratnya KTP dan uang Adm sebesar Rp10.000 lalu saldo awal per 0.01 gram. dengan ketiga hal itu kamu udah berhasil memunyai rekening Tabungan Emas Pegadaian.

 

Nah, kalau kamu mau tanya kenapa dedek gemesh yang masih SD pun bisa punya rekening Tabungan Emas padahal dia belum punya KTP?

Itu dia nebeng pake rekening emaknya. Jadi dibuatkan qq untuk rekeningnya dia.

14925551_10206173892220801_4970519693940212890_n

Awalnya emaknya harus bikin rekening Tabungan Emas dulu sebagai rekening induk. Lalu untuk membuat buku rekening tabungan si anak secara terpisah tinggal dibuat rekening tambahan dari rekening emaknya. Jadinya buku rekening emak dan anak terpisah. Si anak seneng. Emaknya bangga karena anak kecil udah punya kepedulian untuk menabung. Terlebih menabung emas yang memang udah dipercaya sejak nenek moyang dulu ampuh buat menjaga nilai uang kita.

 

Saya ngebayangin  Si Adek SD itu bila ia rutin menabung setiap minggu atau bulannya dari recehan sisa uang jajannya. Maka kelak, ketika ia dewasa ia sudah memiliki emas yang berlimpah. Yang bisa ia gunakan buat biaya pendidikannya kelak atau modal ia berwirausaha. Apapun itu. Yang jelas, anak sekecil itu sudah berinvestasi sejak belia. Investasi emas pula.

 

Jadi kamu, yang duitnya berwarna merah bergambar mantan presiden masih mikir-mikir buat berinvestasi emas? masih mikir  buat nabung emas? malu ih. Anak SD aja, yang duit recehan bisa nabung emas.Berinvestasi emas. Untuk membeli masa depan dengan harga sekarang.

 

Dan ada yang baruuuuu nih…

Sekarang untuk bertransaksi emas sudah bisa melalui ATM bagi pemegang kartu ATM BNI atau BRI. Jadi entar kalau kamu mau transfer duit buat emak di kampung, istri atau bayar hutang, bisa disekaliankan buat membeli emas via ATM.

 

Ayoooo… menabung emas bersama Pegadaian. Mengatasi masalah tanpa masalah.

IMG-20160404-WA0000.jpg

#AyoMenabungEmas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s