Coba Tanyakan Lagi Besok

“Saya sedang tidak ingin menikah”.

Wajahmu tercengang. Tak bisa kutebak apa artinya. Entah kamu bersyukur lega atau menganggap saya aneh. Baru kemarin saya begitu marah ketika kamu katakan hubungan kita dihentikan saja sebab restu tak berpihak pada kita. Pada saya lebih tepatnya. Dari ayahmu.

“Itu pikiran hari ini”, lanjut saya.

Sebab hari ini saya begitu lelah. Badan saya lelah menyangga hati saya yang terus terluka. Telinga saya lelah mendengar cemoohan. Mata saya lelah melihat masa lalu pahit saya.

 

“Tapi gak tau kalau besok”.

Kamu melongomu makin menjadi. Sudah tidak dianugerahi garis wajah cerdas tambah lagi ekspresi konyolmu. Tapi justru membuatku tertawa. Tawaku semakin membuatmu bingung. Tapi yakinlah, saya sedang tidak keracunan minuman chocolate mint yang baru saja saya minum.

“Coba aja besok tanya lagi, ya?”

“Kenapa?” akhirnya kamu bisa bersuara. Suara menggemakan pertanyaan.

“Sebab saat ini pikiran saya penuh dengan indomie telur rawit. Pikiran tentang menikah tak bisa saya sisipkan di kepala kecil saya ini.”

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s