Lebih Baik Tidak Ada AADC2

Saya belum menonton film Ada Apa Dengan Cinta 2, namun dengan PD saya ingin mengutarakan pendapat saya kenapa lebih baik film AADC2 tidak pernah ada. Bila nanti saya telah menonton dan saya berubah pikiran maka akan saya tulis lagi. Tapi ini murni pendapat saya doang yang bukan pengamat industri film. Dan ini pendapat sebelum menonton.

AADC2 tercipta mungkin karena ada film pendek yang dipergunakan untuk ngiklanin sebuah aplikasi chating. Melihat antusias para penggemar Cinta dan Rangga yang membludak akhirnya menghasilkan sebuah film AADC2.

Saat saya menonton film pendek Rangga dan Cinta itu ketika saya tengah liburan ke Korea tahun 2014 lalu. Diantara temen seperjalanan, saya mungkin yang kurang maruk dan gak penasaran banget ama film pendek yang saya lebih suka nyebutnya iklan tersebut. Ketika kami balik ke hostel dan mendapatkan jaringan internet, temen-temen seperjalanan saya menceritakan kesannya dengan heboh setelah menontonnya. Setelah mereka selesai, dan puas mendengarkan mereka berkomentar, barulah saya ambil ponsel saya dan menonton film pendek tersebut setelah terlebih dahulu meminta link-nya pada salah satu temen saya.

Saya tonton. Lalu reaksi saya adalah:

Harusnya film ini tidak pernah ada.

Seorang teman seperjalanan berkomentar, “Ya ampun, akhirnya filmnya ada lanjutannya. 14 tahun aku tunggu akhirnya dibikin lanjutannya,”

Saya mendengarkan namun tidak berkomentar. Ingin balas berpendapat namun urung.

Ending sebuah cerita itu ada 3. happy ending, sad ending dan question ending. Begitu yang saya pelajari ketika di bangku SMP. Kalau sekarang ada perubahan silahkan dikoreksi. Nah, untuk AADC itu termasuk question ending menurut saya. Sebuah akhir yang sebenarnya udah indah tapi dibuat gantung karena Rangganya pergi dan nyuruh Cinta nunggu satu purnama. Kalau mau dikatakan Happy ending sih boleh aja. Tapi bagi saya ini termasuk kategori question ending di mana penonton bebas berimajinasi mau gimana akhirnya kisah Rangga dan Cinta.

Apakah Rangga kembali setelah satu purnama.

Apakah setelah satu purnama dan menemui Cinta, Rangga balik lagi ke Amerika lalu mereka LDR.

Apakah akhirnya malah Rangga tidak kembali.

Tebakan sotoy saya mengatakan, saat menonton film tersebut semuanya pasti mengira itu sudahlah sebuah akhir. Dan percaya Rangga akan kembali setelah satu purnama.

Namun apa yang terjadi?

Akibat adanya film singkat tersebut dunia jadi tau Rangga tukang PHP dan sekali lagi membuktikan kebenaran perkataan sewot saya tentang “Lakik tuh omongannya emang gak ada yang bisa dipercaya”.

Dan ya, tidak seperti teman saya yang kesenangan akibat adanya sambungan film AADC dan telah menunggu selama 14 tahun. Saya justru patah hati mengetahui sang pujangga Rangga tak mampu menepati janjinya pada Cinta. Karena bagi saya, ketika menyelesaikan AADC saya beranggapan kisah mereka berakhir bahagia. Rangga akan menemui Cinta setelah satu purnama.

Namun nyatanya, kisah dibuat berbeda. Seperti Sinetron yang memunculkan kembali tokoh yang telah mati, dengan alasan selama ini sang tokoh cuma amnesia saja. Begitu pula Rangga. Kisah cinta Rangga dan Cinta dihidupkan kembali dengan menampilkan sosok Rangga yang tukang PHP dan Cinta yang gagal move on.

Saya membaca beberapa ulasan tentang film AADC2, dengan membaca itu semua saya semakin yakin. AADC2 tidak sepatutnya muncul. Seperti mantan saya yang tidak sepatutnya muncul menawarkan kembali sepotong cinta yang telah saya buang ke Timbuktu.

Karena menurut saya AADC2 hanya merusak khayalan. Baiklah mungkin bukan khayalan kamu. Tapi khayalan saya sendiri. Karena apa-apa yang telah berakhir biarlah berakhir.

Dan ya, saya menulis pendapat ini tanpa menonton dan terlebih lagi tanpa tau ending AADC2 gimana. Saya sengaja, hanya ingin mengetahui apakah pikiran saya sebelum dan sesudah menonton sama atau berbeda.

Ini murni pendapat atas perasaan saya, bila berbeda dengan kamu (yang membaca), tak perlu membully. Karena semua orang berhak merasakan sesuatu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s