Berhenti

Dan kamu memutuskan untuk berhenti mendengarkanku sejak itu. Setelah itu panggilan teleponku tak pernah engkau indahkan. Sejak itu bunyian pesanku selalu terabaikan. Saat itu aku tak lagi mampu mendebarkan hatimu. Itulah saat kamu memutuskan segala yang ada harus diakhiri. Itulah saat aku menyadari semuanya memang telah berakhir.

Lalu dalam diam aku yakin dengan pasti.

Itulah saat melepaskan.
Melepaskan jeratan hatiku yang tertanam di perasaanmu yang gamang.

Itulah saatnya melenyapkan.
Melenyapkan segala rasa dan emosi yang selama mengisi hari.

Itulah saatnya membebaskan.
Membebaskanmu melangkah ke mana kehendak hatimu.

Itulah saatnya meninggalkan.
Meninggalkan dengan ikhlas.

Membiarkanmu terbang bebas. Membiarkanmu mematahkanhatiku. Membiarkan hatiku lepas tanpa sandaran.

Semua itu pada akhirnya berakhir. Dimulai dengan ketika kita berhenti mendengarkan satu sama lain. Berhenti mendengarkan debaran hati masing-masing. Berhenti mendengar. Padahal telinga kita tidak tuli.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s