Kepatahhatianmu

Dan aku tahu. Kamu tengah patah hati. Terluka. Resah. Marah. Lelah. Namun aku bahagia.

Maafkan aku, Pujaan. Aku menikmati kepatahhatianmu. Aku bersuka atas dukamu. Aku tertawa di atas air matamu. Aku menari penuh harapan saat kamu meringkuk nelangsa.

Maafkan aku.

Pujaan…

Rasakanlah parahnya patah hatimu. Sedihlah dan berdarah-darahlah hingga lelah. Nikmati semampumu. Sekuatmu.

Aku di sini berbahagia akan kepatahhatianmu. Tengah berbunga, ber-asa. Aku memimpikan kelak akan menjadi nyata, pada suatu hari layaknya sebuah dongeng kita akan bertemu. Di sebuah jembatan yang didirikan dari rapalan doa-doaku mengharapkanmu.

Lalu saat kita bertemu, percayalah, aku bukan sekedar menjadi penyembuh hati yang lara. Aku akan lebih dari itu.

Menjadi alasan kamu merasa bahwa patah hatimu hari ini adalah sebuah yang setara kamu dapatkan terlebih dulu sebelum bertemu denganku.

Kelak, segala patah hati yang kamu rasakan, dan juga aku rasakan. Mengantarkan kita pada sebuah cerita cinta yang mampu mengalahkan segala legenda tentang cinta.

Sekarang menangislah. Biar aku rayakan kepatahhatianmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s