Bisakah?

Saya seorang perempuan dewasa. Berusia 27 tahun. Memunyai karir. Hidup dengan perjuangan. Memiliki hobi membaca, menulis, jalan-jalan, makan, dan mencintai seseorang dengan setia.

Saya memunyai dua gelar di belakang nama yang kedua orang tua saya berikan. Nama saya bagus, begitu kata orang kebanyakan. Meski tidak pernah ber-ipk 4 dan gagal lulus cumlaude saya ini termasuk perempuan yang pintar. Memang masih kalah sama yang lainnya, tapi setidaknya saya gak bego banget.

Saya perempuan yang memiliki ambisi, cita-cita dan sangat tahu harus bagaimana menjalani hidup saya. Pun saya tahu pasti apa-apa yang ingin saya capai di kehidupan mendatang.

Saya memang lebih sering terlihat memakai sneaker ketimbang heels, tapi saya punya cukup banyak koleksi heels. Saya bisa jadi sering tampil tanpa alis yang tercetak sempurna. Tapi alat make-up saya tak kalah lengkap.

Saya boleh jadi tidak berdandan seperti perempuan-perempuan seumuran saya pada umumnya. Dengan sanggul kepala mengalahkan sanggul Cut Nyak Dhien. Dengan tas petak besar mentereng khas ibu pejabat. Dengan wedges setinggi 7 cm. Saya jauh dari itu. Saya lebih suka berpenampilan sedikit sporty. Tapi jangan kaget bila suatu ketika saya mampu tampil anggun dengan gaun dan heels. Itu saya.

Saya boleh jadi suka ngawur dan bercanda, tapi saya tahu jelas apa yang saya inginkan atau tidak inginkan. Saya boleh jadi suka ketawa ngakak dan kadang kekanakan tapi saya tahu harus bersikap bagaimana pada orang yang bagaimana.

Tutur kata bahasa saya baik. Saya sebisa mungkin menggunakan bahasa Indonesia yang baik. Dalam percakapan melalui teks pun saya tidak alpa tanda baca. Saya pecandu aksara.

Dengan usia saya, dengan passion saya, dengan karakter saya, bagaimana bisa kamu menempatkan saya pada level yang begitu rendah? Dengan sikap saya yang tegas, bagaimana bisa kamu menaruh saya sejajar dengan anak SMP?

Kalau kamu mencintai saya. Cintai saya dengan usia saya, yang juga usia kamu. Kita bukan monyet. Jangan masuk dalam romansa cinta monyet khas anak SMP. Jangan meminta reremehan khas anak SMP. Usia kita telah terbang jauh dari angka belasan. Bisakah mencintai saya lebih berkelas? Karena mungkin kelak cintamu akan saya balas.

One thought on “Bisakah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s