Lelaki yang Taubat

Saya punya rekan kerja. Menilik usianya yang lebih tua 4 tahun dari saya, maka saya memanggilnya dengan sebutan “Bang” mengawali namanya. Orangnya ramah, lembut, penyayang, perhatian, suka menolong, gemar menabung, rajin ibadah, dan kocak.

Selain sering dibantu dan dibimbing sebagai rekan kerja, Abang itu juga sering memberikan nasehat agama pada saya. Mendengar curhat dan keluh kesah saya. Tidak hanya persoalan kantor dan kerjaan, curhatan pribadi pun ia siapakan telinga.

Ia ada saat saya begitu terpuruk di awal tahun lalu. Ia ada meladeni saya yang lagi ogah makan. Ia ada memberikan petuah dan semangat. Dan ia juga ada dan terlibat kalau lagi usil jahilin saya.

Saya mengganggapnya sudah seperti abang sendiri. Meskipun mungkin dia tidak menganggap saya selayaknya adiknya sendiri tak mengapa. Sama halnya seperti cinta bertepuk sebelah tangan. Perasaan abang-adek ini pun mungkin hanya saya rasakan.

Melihat pribadinya yang begitu sopan dan relijius tak ada yang menyangka bagaimana kelamnya masa lalunya. Ketika ia berkisah tentang masa mudanya yang ia habiskan sia-sia saya tak percaya. Bagaimana mungkin lelaki alim ini bisa sebejat itu?

Hingga pada suatu ketika, ia memperlihatkan poto masa lalunya. Sebuah wajah urakan tergambar di sana. Rambut agak gondrong. Wajah pucat tirus. Mata sayu. Sekilas pandang ia persis seperti tokoh preman dalam sinetron. Saya langsung bergidik jijik melihat potonya. Tidak pun saya sembunyikan ekspresi itu dan dia hanya tertawa melihat reaksi saya.

Wajah yang ada di poto itu sungguh jauh berbeda dengan wajah yang tengah bercerita pada saya. Di hadapan saya, sesosok wajah chubby dengan senyum ramah terpampang. Mata teduh dengan pancaran jiwa yang sehat. Suara tertawanya yang renyah seperti biasa.

Sungguh ia harus meyakinkan saya berkali-kali bahwa lelaki usang di poto lama itu adalah ia ketika SMA. Karena itu sebuah poto dalam bentuk paspoto di sebuah kartu siswa maka saya akhirnya mau tak mau percaya. Ada namanya jelas tertulis di sana.

Kok bisa? Hidayah apa yang didapat si abang itu hingga kembali ke jalan yang lurus? Atau bukan kembali. Mungkin menuju jalan yang lurus.

Mengetahui kegiatan sehari-harinya adalah mengikuti pengajian dan bahkan mengajar ngaji sungguh saya tak habis pikir kenapa bisa seseorang taubat sedemikian hebatnya.

Memang kisah taubat bukan hanya abang itu yang lakoni. Tapi di deretan orang yang saya kenal. Kisah taubatnya lah yang paling ekstrem saya ketahui. Luar biasa.

Dari dia akhirnya saya percaya bahwa masa lalu memang tidak bisa dijadikan patokan kehidupan masa depan seseorang. Bahwa kita tidak bisa meremehkan masa lalu atau masa sekarang seseorang. Karena boleh jadi, ia yang bejat nantinya taubat. Ia yang jahat jadi gemar shalat. Ia yang maksiat terus menerus bermunajat.

Dan dari itulah saya meyakini diri saya, bahwa saya juga bisa selayaknya abang itu. Terus memperbaiki diri agar kelak sempurna menjadi perempuan sholehah. Terus menerus memperbaiki penampilan agar selayaknya muslimah yang benar. Terus belajar agama agar kelak mampu menjerumuskan diri ke surga.

Juga… begitulah akhirnya saya memandang orang lain. Tidak mengapa masa lalunya bejat, bila memang berniat mungkin ia akan taubat. Tidak mengapa masa lalu seseorang begitu hina, boleh jadi nanti dialah yang dimuliakan oleh Allah swt.

Begitu pula ketika saya memutuskan lelaki yang akan menjadi imam saya. Bila sekarang belum. Bila masa lalunya maksiat. Tak mengapa. Bila ia punya niatan menjadi lebih baik dan berusaha juga belajar bersama saya. Saya percaya, sosok seperti abang itu akan punya kadernya.

Ya intinya mau berubah. Bila memang niatan berubah tidak ada. Ya, berikanlah doa agar hidayah sampai padanya.

Bumi sudah semakin tua. Kiamat (katanya) sudah dekat. Bila bukan sekarang berubah, kapan lagi? Apa mau tunggu ketika matahari terbit dari arah yang berbeda.

Kalau shalat gak pernah lalu takut masuk neraka. Emang yakin bakal masuk surga? Situ punya kenalan orang dalam apah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s