Ketahuilah

Ketahuilah, ketika aku bersamamu, kubulatkan tekad untuk bertahan. Kutahan godaan dari rayuan. Kuyakinkan hati bahwa padamu lah tempatku bersemayam.

Pada ratusan hari yang berlalu, ribuan mimpi kita utarakan, jutaan doa aku rapalkan itu semua bukti bahwa kamu telah menjadi poros hidupku. Lintasan orbit hidupku mengitarimu.

Saat tenggelam pada galaksi penantian, harapanku tak sedikitpun tertutup gerhana. Sebab aku merasa, kelak jembatan doaku membentuk pelangi di sudut mimpi.

Lalu, bila akhirnya aku memutuskan untuk pergi meninggalkan bumi. Menghilang dari lintasan orbitmu. Itu karena aku berharap keikhlasanku membawamu bebas mengangkasa bersama apa yang kamu mau.

Ketahuilah, saat aku kembali. Memecah dan bertaburan terjatuh berkeping-keping bersama bintang yang mencium bumi. Hatiku tak pernah terbentuk utuh sama lagi.

Jadi bila kamu datang sekarang. Mencoba mencari tahu. Jangan pernah bersinggungan denganku. Hilangkan keinginan berpapasan denganku. Enyahkan keingintahuan akan kabarku.

Sebab aku telah menerbangkan engkau bersama abu-abu harapan yang pernah kita bangun yang telah kubakar. Kamu, bersama abu-abu tersebut, terbanglah. Mengangkasalah. Enyahlah.

Bila kita harus hidup dalam semesta dan dimensi dunia yang sama, teruslah hidup dengan baik. Namun….

pada galaksi yang berbeda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s