Laptopku Sudah Tua

Laptop saya rusak. Memang rusaknya sudah lama, namun setelah diperbaiki masih bisa digunakan. Masih bisa buat nonton, masih bisa buat dengerin musik sambil nulis. Masih bisa berfungsilah. Namun, akhirnya pada suatu ketika keyboardnya macet. Tuts huruf A dan S tak berfungsi. Hal ini membuat saya tidak bisa menulis. Nah, karena rusak saya minta adik saya temenin saya ke sercive komputer.

“Lia, temenin kakak benerin laptop yuk?”

“Apanya lagi emang yang rusak?”

“Huruf A dan S-nya macet. Kadang ketekan kadang kadang gak.”

“Oh.. ya udah kalau gak mau ketekan pakai angka 4 dan 5 aja. Kan gampang.”

“………….” saya ngasih face palm ke dia setelah ucapan terakhirnya itu.

Gitu deh kalau alumni alay ngasih saran. Nyuruh kita nulis gantikan huruf A dengan angka 4 dan huruf S dengan angka 5.

Karena gak mau pembaca blog saya ngelempar gadgetnya ketika tengah membaca blog saya yang isi tulisannya semi alay, maka akhirnya saya memaksa adik saya ke service komputer.

Untung tak dapat diraih. Malang tak dapat ditolak. Akibat dipreteli ama kakak tukang service komputer tuts hurufnya bukan lagi macet tapi malah gak berfungsi sama sekali. Yang tadinya huruf A dan S sekarang jadi nambah A, S dan D. panik dan kesel saya memutuskan untuk mengganti saja keyboard laptop saya. Lalu harganya bikin jiwa pelit penuh perhitungan saya muncul. Biayanya gak murah. Dicanangkan 500 rebu untuk keyboard mini laptop saya. Mengingat usia laptop yang memang sudah uzur saya putuskan untuk tidak mengganti keyboardnya. Sayang di duit. Gak sebanding pula dengan kemampuan laptopnya beraksi lebih. Mending saya simpen uangnya ditambah gaji bulan depan dapet deh laptop baru yang masih bagus semua bagiannya.

Laptop itu urung diperbaiki. Gak bisa dipake buat nulis lagi. Cuma bisa buat nonton aja. Makanya, belakangan saya nulis postingan di blog menggunakan komputer kantor sepulang kerja. Alhasil saya selalu pulang ke kosan sejam dua jam lebih lama dari biasanya.

Sebenarnya kalau diingat-ingat masa pakainya, laptop mini saya itu memang udah saatnya pensiun. Pertama kali saya membelinya pada tahun 2008. sudah jalan 8 tahun usia laptop itu. Kalau saya punya anak, udah kelas 2 atau 3 SD. Udah uzur kalau usia laptop sih. Makanya gak heran kenapa udah usang gitu. Bahkan ini termasuk prestasi keyboardnya bertahan hingga ultahnya ke 8. Konon katanya, segala jenis laptop dengan merek yang seperti saya punya itu Agak CEpat Rusak. Apalagi urusan keyboardnya. Makanya saya ikhlas laptop saya harus pensiun di usianya yang baru lewat 2 bulan dari 8 tahun.

Sembari menunggu kebelinya laptop baru, laptop mini berukuran 10 inchi berwarna hitam yang saya panggil Si Lapie itu kini hanya mampu menemani saya makan malam ketika di kosan. Kini ia hanya mampu membuat saya terhibur dengan film-film yang saya tonton menggunakannya. Semoga tersegerakan saya membeli laptop baru.

2 thoughts on “Laptopku Sudah Tua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s