Hilangnya Si Genit Pink

Sudah 2 minggu lipstik kesayangan saya hilang. Hilang saat saya pergi ke acara pesta perkawinan salah satu rekan kerja sekaligus sahabat saya. Ketika menyadari lipstik itu hilang adalah saat dandan hendak pergi ke kantor di Senin pagi. Langsung jantung saya berdebar keras. Saya tak siap bila harus kehilangan lipstik tersebut.

Lipstik itu adalah lipstik andalan. Lipstik yang paling sering saya pakai. Warnanya pink terang glossy cocok buat saya. Sangat bagus saya aplikasikan di bibir saya dan membuat muka saya terlihat segar. Cocok buat kantor. Cocok buat jalan-jalan. Cocok juga buat dipakai ke kondangan. Lipstik ini bisa dibilang lipstik andalan ke kondangan. Warnanya yang masuk ke semua warna baju. Warnanya yang sangat pas kalau saya pakai jilbab hitam (sering pakai jilbab hitam ke kondangan), lipstik ini juga tahan lama. Jadinya selesai makan dan pas mau sesi poto-poto sama pengantin, bibir saya masih bagus warnanya.

12784641_10204571720287504_1268107173_n

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Galau menyertai hari saya di Senin itu. Seharian bad mood. Sempat terpikir untuk langsung nyari lipstik serupa di online shop. Maklum saja, di kota saya tinggal tak ada outletnya. Dan bahkan lipstik yang menjadi brand andalan kosmetik Negeri Ginseng itu, saya beli langsung di Korea. Masa kadaluarsanya juga masih setahun- dua tahun lagi. Sisanya masih banyak. Uh… pengen gigit jari nasabah deh kehilangan itu lipstik. Saya kesal. Banget. Saya kehilangan. Kecewa. Banget. Saya sedih. Bukan main.

Di tengah kegalauan itu saya menyadari satu hal. Lagi. Lagi dan lagi saya punya sikap aneh. Saya tidak bisa menerima kehilangan. Apapun itu. Saya ingat tentang beberapa barang saya yang hilang atau rusak. Setiap kali saya kehilangan sesuatu setiap kali itu pula saya buru-buru mencari penggantinya yang serupa. Semua itu hanya untuk melegakan hati saya dan menyembuhkan aras kecewa saya akibat kehilangan. Saya gak santai memang.

Kehilangan lipstik tersebut membuat saya kacau memang. Tapi saya sangat ingin mengubah kekacauan hidup saya hanya akibat sebuah benda yang hilang. Hari itu, tak terhitung berapa kali saya berusaha mengendalikan diri saya dari mengincar online shop kosmetik. Tak terhitung berapa kali saya berusaha mengendalikan diri saya dari nitip lipstik tersebut sama temen. Tak terhitung berapa kali saya berusaha kendalikan diri saya agar tetap tenang dan ikhlas.

Ikhlas atas kehilangan. Saya sulit menerapkan teori itu dalam praktek keseharian saya. Tak suka kehilangan sesuatu menjadi sikap aneh saya. Padahal hidup ini tak lepas dari hal itu. Hidup selalu tentang bertemu dan berpisah. Hidup tentang ada dan kehilangan. Bukankah seharusnya saya terbiasa?

Terbiasa untuk kehilangan dan tidak ngotot mencari pengganti. Karena hidup memang begini alurnya.

Malamnya saya merenung. Kehilangan lipstik padahal hal sepele. Bila saya tidak bisa ikhlas untuk hal kecil begini bagaimana kelak saya bisa ikhlas untuk kehilangan yang lebih besar? Bukankah bila berumur panjang, saya akan terus merasakan kehilangan demi kehilangan?

Belajar menerima kehilangan adalah hal yang sangat saya upayakan saat ini. Mengingat betapa sebenarnya saya pernah kehilangan besar akan seseorang beberapa kali. Betapa saya pernah terpuruk hampir membusuk. Kelak, saya tak ingin lagi seperti itu. Kelak, saya ingin merasakan mudahnya ikhlas. Mudahnya melepas sesuatu yang memang takdirnya bersama saya sampai saat itu saja.

Seperti lipstik kesayangan saya itu. Takdirnya bersama saya cukup sampai 2 minggu lalu saja. Saya mengupayakan untuk tidak mencari gantinya. Tidak sekarang, tidak dengan cara ngotot. Mungkin kelak, bila kebetulan saya menemukan outletnya dan punya kemampuan membelinya saya akan membelinya kembali. Untuk saat ini biarlah saya berjuang merasakan ikhlas akan kepergian si lipstik genit pink itu.

One thought on “Hilangnya Si Genit Pink

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s