Daster Penghalang Jodoh

Saya kerap mendengar perempuan mengucapkan kalimat, “Jodoh itu bisa ketemu di mana aja, jadi setiap keluar rumah itu wajib tampil cantik,”

Bahkan ada yang pergi ke pasar pun mesti dandan karena alasan tersebut di atas.

Saya sendiri sih sebenarnya menyetujui argumen para perempuan itu. Tapi sayangnya, gak setiap momen saya suka berdandan atau tampil cantik. Kalau perginya deket apalagi cuma belanja doang saya lebih suka tampil kayak emak-emak punya anak dua dan ditinggal suami. Mungkin inilah kenapa sampai sekarang saya masih single and available but not incar-able oleh lelaki tampan, mapan dan rupawan.

Pada suatu hal lain. Adik saya sibuk mengomentari saya yang tidak suka pakai daster di rumah. Bagi saya, saya lebih suka tampil dengan celana pendek dan tanktop kalau bisa. Sayangnya gak bisa. Kalau saya tetep nekad berkeliaran di rumah pake tanktop, siap-siap aja dibacok sama abang saya. Jadinya, tampilan rumahan saya hanya celana pendek dan kaos oblong. Celananya pun harus punya batasan pendeknya.

Nah.. adik perempuan saya gemar pakai daster. Katanya perempuan pakai daster itu jiwa keibuannya udah muncul. Lalu tidak cukup itu, ia menambahkan, “Kakak tu gak suka pakai daster, makanya gak nikah-nikah. Secara naluriah belum siap jadi ibu-ibu,”

Saya biarkan adik saya dengan hipotesis suka-sukanya.

Ketika kami tengah berbicara soal daster-dasteran itu saya menyuruh adik saya membeli deterjen. Awalnya ia menolak dengan alasan malas berganti baju. Namun akhirnya ia mau, dengan syarat ia boleh pergi dengan daster yang tengah ia pakai dan tinggal menambahkan jaket saja untuk menutupi lengannya.

Saya tidak setuju. ‘Tampilan emak-emak punya empat anak dan lagi nagih utang’ itu sungguh gak pantas untuk ia lakukan di usianya. Namun dia keukeh pengen ngerasa jadi mamah-mamah rempong yang gak sempet dandan. Mungkin terinsiprasi dari kakak sepupu kami yang kerap pakai daster ke mana-mana tapi tetep jilbaban. Saya heran dengan cita-citanya pengen jadi mamah-mamah muda tapi pake daster. Akhirnya demi terbelinya deterjen saya ikhlaskan ia pergi dengan daster. Melepas kepergiannya saya risau. Saya menatapnya dengan rasa kekhawatiran.

Hingga….

10 menit berlalu. Suara motornya memasuki garasi rumah. Tanpa mengucapkan assalmualaikum dia langsung mencecar saya dengan, “Kakak tau apa?”

“Apa?”

“Tadi lia jumpa Bang Mamad (bukan nama sebenarnya), terus dia bilang ‘Dek Lia belum mandi ya?’. Dia bilang gitu dengan muka sangak ngeliat penampilan Lia,”

Saya langsung ketawa serius mendengarnya bercerita tentang apa yang dialaminya.

“Lia malu, Kak. Pasti ini gegara Lia pake daster. Pasti maksudnya mau bilang Lia jelek kali tapi dialihkan dengan belum mandi.”

Saya tahu persis lelaki yang dimaksudkannya adalah lelaki gebetannya yang tinggal beberapa lorong dari rumah kami. Demi melihat lelaki ini kadang ia rela menarik tunai, setor tunai, transfer di teller bank kantor Cabang tempat elaki itu bekerja menjadi teller, alih-alih menggunakan mesin ATM. Demi lelaki ini ia bahkan suka senyum-senyum bego sendiri saat di sapa. Nah kali ini ia kena sialnya bertemu lelaki tersebut.

Saya masih tertawa. Adik saya masih ngedumel, “Kenapa harus jumpa dia tadi sih, Kak? Kalau Lia lagi dandan keren dan wara-wiri cakep kenapa juga kami gak ketemu? Kenapa harus saat pakai daster?”

Ata.. sok lom daster. Ata.. bah meu-ri mamah-mamah muda rempong (artinya: Pakai lagi daster. Pakai lagi biar mirip mamah-mamah muda rempong),” jawab saya cuek sambil masih ketawa.

“Mungkin bener apa kata orang ya, Kak. Kita harus tampil cantik setiap saat. Setiap keluar rumah. Karena jodoh bisa ada di mana aja. Karena kita gak pernah tau kapan bakal ketemu jodoh kita.” ucapnya dengan nada sedih.

“Iya, dek. Iya.”

Sejak itu kayaknya adik saya nyerah untuk pengen tampil layaknya mamah-mamah muda rempong. Berkeliaran dengan daster di luar rumah.

Kejadian ini makin memperkuat alasan-alasan perempuan untuk harus tampil cantik setiap saat. Agar kelak, gak malu untuk ketemu gebetan secara dadakan dan tak terduga. Atau agar tidak membuat ilfeel sang gebetan. Karena gebetan juga merupakan calon jodoh yang mesti kita usahakan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s