Antara Menyusui dan Kinerja di Perusahaan

Kemarin siang yang terik dan lapar seorang rekan kerja yang baru bangkit dari masa hibernasi melakukan aksi curhat di sebuah grup chat. Latar belakang terjadinya curhat karena si rekan dihimbau oleh atasan agar melakukan promosi lebih gencar. Dengan alasan menjadi pelaku ASI Ekslusif bagi anaknya yang baru berusia 2 bulan lebih, si rekan mengatakan kalau hal itu agak sulit ia lakukan sekarang ini. Sulit untuk bepergian ke mana-mana melakukan promosi. Dengan kata lain ia hanya ingin melakukan promosi yang tidak mengharuskannya pergi terlalu jauh, pulang kantor lebih lama, dan meninggalkan anak lebih lama.Atas dalih sebagai seorang karyawan si atasan mengatakan meski tengah menyusui kinerja tak boleh turun.

Perdebatan semacam itu saya rasa sulit mencari titik temu. Kedua belah pihak, baik si rekan atau sang atasan pastilah merasa argumen mereka paling benar. Sang atasan akan menuntut kinerja optimal dari rekan atas dasar dia sebagai karyawati perusahaan. Si rekan akan menuntut hak untuk menyusui karena itu ada dalam Pasal 128 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (UU Kesehatan) yang berbunyi: “Selama pemberian Asi, Keluaraga, Pemerintah dan masyarakat harus mendukung penuh penyediaan waktu dan fasilitas khusus di tempat kerja dan sarana umum.”

Saya gak tahu persis detail kata-kata yang mereka keluarkan, namun di sini saya merasa tertantang untuk memberikan solusi bagi seluruh ibu menyusui di Indonesia yang berprofesi sebagai wanita karir. Solusi agar menyusui tetap terlaksana namun kinerja tidak menurun.

Nah.. semalam saya berpikir keras langkah apakah yang mesti dilakukan oleh seorang Ibu menyusui. Namun…

 

 

namun…

Namun, saya tidak berhasil menemukan solusinya. Harusnya sekarang ini saya bukannya sibuk mencari solusi bagi ibu menyusui, namun lebih kepada sibuk mencari calon suami untuk diri sendiri.

Agar kelak, saya bisa juga merasakan punya anak dan menyusui juga problematika yang harus saya hadapi antara memberikan asi ekslusif namun kinerja tidak terganggu.

Jadi Buibu, yang udah terlanjur baca postingan “hana meupeu cap” (artinya: tidak ada arti/manfaat) ini ada baiknya tunggu saya aja dulu berada di posisi yang sama dengan Buibu sekalian agar saya bisa menuliskan postingan cara agar kinerja stabil menyusui lancar. Karena kalau saya udah berada di posisi yang sama mungkin saya akan lebih menjiwai dan mendalami perasaan Buibu sekalian.

Sembari menunggu ada baiknya Buibu berdoa agar jodoh didekatkan pada saya. Agar lelaki yang masih ragu namun sukak sama saya itu terketuk hatinya untuk menetapkan pilihan. Atau agar lelaki mapan tampan dan rupawan yang sekarang lagi jadi pacar orang memutuskan pacarnya dan memilih saya. Ya Buibu?

Namun Buibu, sejak saya menginginkan sebuah pernikahan. Sejak saya pernah membayangkan saya akan segera menjadi pengantin dan itu artinya kelak menjadi seorang Ibu. Saya selalu punya pikiran ingin resign dari kerjaan dan menjadi Ibu rumah tangga yang setia setiap saat untuk anak dan suaminya. Karena mendidik anak di jaman penuh hal-hal nyeleneh ini saya rasa berkali-kali lipat lebih sulit dibandingankan era ibu saya mengasuh saya. Juga, membantu suami tetap menjaga hati dan imannya terasa sulit juga sekarang ini. Jadi ya, mungkin menjadi Ibu rumah tangga adalah solusi bagi saya kelak. Karena saya punya kekurangan fatal sebagai perempuan. Saya tidak bisa multitasking layaknya bakat normal yang ada pada setiap perempuan. Saya tidak mampu fokus pada banyak hal. Maka itu, sekarang saat saya masih single cantik dan berkualitas ini saya sedang memanfaatkan waktu saya sebaik mungkin menjadi wanita karir sembari mempersiapkan diri suatu kelak akan menjadi ibu rumah tangga bergelar Hot Mamaonion-emoticons-set-6-7.

Semoga rejeki suami saya bagus, jadinya saya gak perlu ikutan nimbrung nyari uang jadi buruh 8-4 saban hari.

Oke. Postingan sampai di sini aja dulu. Ketimbang ngoceh, saya lebih baik fokus nyari orang yang bersedia menjadikan saya Ibu dari anak-anaknya.

Uhhuuuuy…onion-emoticons-set-6-48

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s