Salah Tingkah

“Semalam aku kepikiran kamu.”

“Kangen?” tebakku frontal.

“Mungkin.”

Di sini aku tersenyum. Sepagi ini mendapatkan panggilan telepon darimu membuatku sumringah. Mendapatkan fakta kamu mengakui kangen aku. Bagaimana aku mampu menyembunyikan senyumku?

“Jadi apa?”  aku bertanya secuek mungkin.

“Kata orang, kalau kangen itu harus ketemu. Bukan Cuma diungkapkan.”

Aku tertawa.

“Jangan tertawa, Intan.”

“Aku ingin.”

“Apanya?”

“Aku juga ingin. Ketemu kamu.”

“Baiklah. Sore ini?” tanyamu antusias.

“Iya.”

“Sip.” Terdengar suara gembira di ujung telepon.

“Nanti aku akan datang dengan suamiku. Pastikan kamu membawa istrimu.”

“Pasti.”

 

Telepon terputus. Cuma ingin ketemu, tidak ada yang salah. Pernikahan kami masing-masing-pun tak salah. Cuma rasa kangen itu saja yang manja. Bener-bener bikin salah….

 

tingkah.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s