Sekokoh Intan

Kau tahu, Nak, sepotong intan terbaik dihasilkan dari dua hal, yaitu, suhu dan tekanan yang tinggi di perut bumi. Semakin tinggi suhu yang diterimanya, semakin tinggi tekanan yang diperolehnya, maka jika dia bisa bertahan, tidak hancur, dia justru berubah menjadi intan yang kokoh berkilau tiada tara. Keras. Kokoh. Mahal harganya -Darwis Tere Liye-

intan

 

 

 

 

 

 

Rangkaian kalimat tersebut dikirim oleh seorang sahabat lewat aplikasi chating whatsapp. Mungkin karena nama saya Intan. Mungkin juga karena dia tahu betapa di tahun 2015 saya menghadapi banyak tekanan dan gangguan hidup jadi dia ngerasa kalimat bijak tersebut cocok buat saya.

Lalu saya bertanya padanya, apakah saya sudah menjadi Intan yang kokoh?

Hampir, jawabnya.

Hmmm… apakah berarti saya harus menghadapi psikopat lagi, dijelek-jelekin lagi, dipermalukan lagi, batal nikah lagi, ditekan-tekan oleh pimpinan kerja saya lagi?

Lalu menurut si temen ini, saya harus menghadapi tekanan yang berbeda lagi. Suhu yang lebih dahsyat lagi barulah saya akan menjelma menjadi intan yang kokoh dan berkilau tiada tara.

Saya suka diberi nama Intan oleh ibu saya. Bila dianalogikan dengan sebuah batu mulia saya suka merasa tersanjung. Gimana tidak, intan adalah benda berharga. Intan terkenal dengan sifat fisikanya yang istimewa, terutama faktor kekerasannya dan kemampuan mendispersi cahaya. Intan terkesan elegan dan tangguh dalam sekali pandang.

Saya mengidamkan memunyai pribadi seperti intan. Menjadi perempuan tegas, kokoh, tangguh namun cantik dan elegan. Meskipun saya kesal juga, kenapa juga sifat intan yang keras kerasa banget di diri saya. Hingga kekeraskepalaan saya ini pernah dirutuki oleh orang. “Panteslah keras kali kepalanya, namanya aja Intan. Kayak intan yang keras emang,” alih-alih menjadi tangguh saya lebih menjadi perempuan keras kepala.

Namun.. iya, saya bertekad ingin sekokoh intan. Sekuat intan. Dan segala perintilan lika liku hidup yang telah saya alami mampu menjadikan saya lebih kuat dan tegar. Akhirnya menjadikan saya perempuan yang kokoh berkilau tiada tara. Namun jangan khawatir mahal harganya. Meskipun harga diri saya tinggi, mahar saya gak tinggi kok. #kodekeras

Jadi… demi menjadi intan yang seperti Tere Liye sebutkan, kelak segala ‘suhu’ dan ‘tekanan’ yang pasti akan singgah lagi akan saya hadapi dengan perkasa. Lalu menaklukan semua masalah hingga saya mampu bangkit dan tersenyum lagi. Karena memang segala masalah yang terjadi selalu membuat saya menjadi seorang yang lebih kuat dan lebih baik. Sesuatu yang tidak berhasil membunuhmu ya pastinya akan membuatmu tetap hidup dengan kekuatan yang lebih kuat dari sebelumnya.

4 thoughts on “Sekokoh Intan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s