Kilas Balik

Tahun 2015 serasa hidup kayak roller coaster. Jumpalitan gak keruan. Pernah jatuh sejatuhnya lalu berhasil bangkit dengan perkasa adalah sebuah hal yang patut saya syukuri.

Kali ini saya bengen kilas balik kejadian apa aja di tahun 2015 yang udah bikin saya menjadi Intan yang tak sama lagi.

year

 

 

 

 

Januari.

Bulan harap-harap cemas. Bulan penuh pengharapan. Bulan penentuan kapan tanggal pernikahan ditetapkan.

Februari.

Hidup yang tadinya terang benderang tetiba menjadi masa depan yang suram kelabu. Pertunangan diputuskan. Pernikahan dibatalkan.

Maret.

Berjuang. Bertengkar. Bertempur. Bertikai. Segala aura negatif ada.

April.

Relokasi kantor. Relokasi kosan. Mencoba hidup baru di lingkungan baru dengan status baru. Cincin di jari manis sudah terlepas.

Mei.

Bekerja membabi buta. Tekanan dari kantor bertubi-tubi dari segala level manajemen. Mutar otak demi mempertahankan unit yang diambang ajal.

Juni-Juli.

Masih seperti Mei. Namun lelaki baru hadir membabi buta juga. Namun kesiapan mental saya untuk kembali memulai hubungan baru gak semudah memakai sepatu baru.

Mungkin juga di bulan ini saya memutuskan metamorfosis.

Agustus.

Liburan ke Belitung. Berhasil mencoret salah satu destinasi liburan dari Bucket List.

bel

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

September.

Ulang tahun ke 27 yang dihadiahi tiket gratis ke Padang dari perusahaan tepat tanggal 10 Septembernya. Iya. Diklat sih maksudnya, tapi ya cukuplah buat saya jadikan daftar Propinsi yang sudah saya datangi dari seluruh Indonesia.

Oktober.

Lamaran datang. Galau meradang. Susah banget ternyata mengiyakan seseorang buat dijadikan suami ya? Dulu pas tunangan bukan kemauan dan pilihan saya sih. Ada yang atur. Ada yang milih. Ada yang nyuruh. Ada yang tetapkan. Lah sekarang ketika kembali dari nol agak njelimet juga. Semua keputusan di tangan saya. Jadi takut.

November.

Hidup woles banget. Postingan blog setiap hari. Hati tenang. Kerjaan mulai ada hasilnya. Uang ada. Banyak mainnya. Kawinan temen makin banyak tapi gebetan saya perlahan menghilang.

Desember.

Banyak yang melahirkan ya bulan ini? Banyak hari liburnya juga hingga membuat pikiran tenang hati senang dan mulai bersiap memikirkan pernikahan. Cukup sudah main-mainnya di 2015.

bulan ini juga harus nyadar dan menerima kenyataan, kalau deja vu terjadi. Apa itu?

Lagi-lagi batal nikah. onion-emoticons-set-6-48

Itulah ulasan 2015. Detilnya sih hidup saya, hati saya, pikiran saya, dan letihnya saya sih mental-mental ke sana ke mari kayak bola ping-pong. Tapi berhasil melaluinya dan tetap hidup membuat saya merasa kuat onion-emoticons-set-6-130

Demikian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s