Membicarakan Bos

Sesi ngobrol cantik bersama dengan teman yang cantik-cantik dan saya yang juga tak kalah cantik *tsah* diwarnai banyak topik. Banyak topik yang menyita waktu yang tak sedikit. Dari makan siang hingga berpindah tempat ke sebuah restoran menikmati lelehan eskrim.

Tetiba saya menyimpulkan sesuatu dari obrolan ke obrolan. Dari satu sesi nongkrong ke sesi nongkrong lainnya. Dari tahun ke tahun. Dari pekerjaan pertama ke pekerjaan ke dua. Dari kantor pertama ke kantor kedua, ketiga dan entah hingga kapan.

Kesimpulan saya adalah, seringnya kami menggosipkan bos kami ditengah-tengah pembicaraan soal nostalgia semasa kuliah, rumah tangga (bagi yang sudah menikah), jodoh, teman. Persoalan karir yang paling sering dibahas. Mungkin frekuensinya sebelas dua belas dengan persoalan jodoh. Tapi membahas karir dengan segala lika liku lucu namun juga kadang bikin menggerutu adalah sebuah hal seru.

Membicarakan bos salah satu subtopik dibalik pembahasan karir.

Saya sudah bekerja di tiga tempat. Dua orang teman di dua tempat. Seorang lagi setia di satu kantor dari semenjak lulus hingga sekarang. Dari kantor pertama hingga kantor sekarang kami selalu membicarakan bos kami.

Saling beradu bos mana yang paling reseh. Bos mana yang paling aneh. Atau bos mana yang paling juara sifat baiknya hingga disayang karyawan.

Dibalik itu pasti ada cerita ketika si bos yang reseh kadang bisa jadi super lucu. Si bos yang baik hati bisa jadi super nyebelin. Si bos yang pendiam bisa juga ngakak ternyata. Bos perempuan. Bos laki. Kami punya. Kami punya semua cerita.

Nasib menjadi bawahan. Kita memang tidak bisa memilih siapa bos kita. Tapi kita bisa menghibur diri kita akan tingkah bos kita dengan menceritakan bos kita kepada teman. Lalu teman lainnya mendengarkan, menimpali atau malah menambahkan cerita tentang bosnya.

Teringat saya akan sebuah novel My Stupid Boss yang pernah saya baca ketika semasih kuliah. Ketika membaca itu saya geleng-geleng kepala sembari ngakak hebat membaca tingkah bos yang diceritakan di novel tersebut. Kadang ngerasa gak habis pikir dan gak masuk di akal ada seorang bos dengan tingkah luar biasa demikian. Namun akhirnya saya alami juga.

Iya. Ketika saya bekerja barulah saya temui kalau bos pada ada sifat dan sikap anehnya. Tapi memang bos-bosnya saya gak sampe luar biasa sikapnya kayak si bos di novel tersebut. Namun kalau saya kumpulkan bos saya dan bos teman-teman saya, pasti ada 3-4 tingkahnya mereka masing-masing yang mirip kelakukan si Pak Bos di novel My Stupid Boss.

Jadi ya begitulah sejatinya menjadi Bos ya. Dibicarakan anak buah.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s