Ngintip Kakak Kost Mandi

Mata saya bengkak. Bengkak yang dinamakan bintitan. Kesal luar biasa. Selain menganggu penglihatan, mata saya juga perih menyebalkan. Tidak leluasa memandang. Akibatnya saya jadi gmpang sewot. Kebanyakan orang sih, sakit gigi baru jadi sewot, saya bintitan pun sewot.

Tidak bisaa memakai eye liner. Tidak bisa menggunakan soft lense selama kena radang bintitan adalah hal yang baru saya ketahui ketika baca serba-serbi soal bintitan kemarin malam. Saya ingin tahu penyebabnya apa dan bagaimana mengobati secara cepat.

Penyebabnya adalah bakteri yang menempel pada mata. Mungkin berasal dari sisa riasan mata. Tapi entah kenapa saya ngerasa beda. Bintitan selalu terjadi ketika saya mengkonsumsi telur secara berlebihan. Begitulah pula yang saya amati. Dulu ketika SMA bintitan kerap ada mengganggu mata. Saya ngerasa bintitan saya muncul ya kalau saya makan telur berhari-hari. Saya memang penyuka telur. Dari hasil baca-baca, saya jadi tau kalau bintitan itu sejenis bisul pada mata. Nah, masuk akan si ama telur tadi kan, ya?

Nah… seminggu lalu, saya males banget belanja ikan dan sayur ke pasar. Alhasil saya main ringkas aja menjadikan telur sebagai lauk makan saya. beberapa hari saya makan telur deh seingat saya. Akhirnya selasa kemarin mata saya bintitan. Hal yang sudah lama hilang dari saya.

Bintitan tentu saja membuat rasa percaya diri jatuh ke level terendah jauh di bawah jerawat. Apalagi saya yang kerjanya sebagai public figure. Eh.. bukan. Maap. Sebagai frontliner yang harus memperhatikan penampilan, sangat terganggu dengan bintitan jelek ini. Makanya saya gugling nyari cara terampuh menghilangkan bintitan. Tetap aja yang paling aman dan nyaman (menurut saya) juga praktis adalah mengompresnya dengan air hangat. Makanya kemarin malam saya kompres mata saya. E gak taunya paginya malah makin bengkak. Makin sewotlah saya kepada dunia.

Mungkin… saat itu adalah puncaknya peradangan. Soalnya udah dikompres nihil. Nah.. tadi malam saya kompres lagi. Hasilnya, tonjolan putih kayak biji jerawat udah mulai keliatan dan bengkaknya sudah berkurang. Ini artinya dalam sehari atau dua hari bintitan bakal kemps. Begitu menurut pengalaman saya. Kalau biji itu pecah tamatlah sudah riwayat si bintitan.

Memang bengkaknya mungkin masih membekas dan paling lama saya pernah mengalami sisa bengkak hingga 3 mingguan. Namun yang pasti rasa perih menyebalkan akan hilang tak bersisa.

Namun, lazimnya bintitan selalu dikaitkan ama ngintipin orang mandi. Sejak saya belum pernah mengalami bintitan saya sudah tak setuju dengan penemuan ini. Soalnya di dekat rumah masa kecil saya tuh ada seorang lelaki yang hobi banget ngintipin orang. Kadang pernah disergap ketika dia ngintip orang mandi. Kadang pernah ketahuan ngintipin orang lagi tidur di malam hari. Tapi ketika saya ngeliat orangnya, matanya gak ada tuh bintitan. Sejak itu saya menuduh orang yang pertama kali menyebarkan penemuan kalau bintitan disebabkan karena ngintip orang mandi adalah kebohongan publik semata. Dulu saya belum kenal dengan kosa kata hoax.

Naah… jadi ketika saya curhat ama temen di grup chat menyoal sewotnya saya dan bintitan ini, seorang teman bertanya, “Kamu ngintip siapa mandi?”

Anteng saya jawab, “Kakak kost,” onion-emoticons-set-6-63

Ya siapa lagi yang bisa saya jadikan kambing hitam atas bintitan saya ini? Toh saya tinggal Cuma bareng kakak pemilik kosan.onion-emoticons-set-6-134

7 thoughts on “Ngintip Kakak Kost Mandi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s