Episode 5 di Korea Selatan

Udah Episode 5 lalu 1-4 nya mana? Terus juga pasti pada nanyain kapan saya ke Korea-nya kalau tiap hari kayak asyik masyuk nulis di Lueng Putu.

Jadi gini, saya ke Korea Selatan itu tahun 2014 lau saat bulan November yang bertepatan dengan musim gugur. Episode 1-4 saya tulis beberapa minggu setelah saya pulang. Lalu karena faktor malas Episode 5 baru sekarang saya tulis setelah setahun lamanya ngendap di benak.

Sama seperti Episode 1, Episode 2, Episode 3 dan Episode 4, Episode 5 ini cuma berisi poto-poto buat pamer tanpa bisa ngasih info bermanfaat seperti cara menjangkau dari A ke daerah B atau berapa tarif angkutan seperti blog travelling pada umumnya. Jadi ya maap. Makanya saya langsung aja ya pamer potonya berikut cerita dikit.

Pagi itu kami keluar dari hostel langsung disambut dengan udara yang cukup dingin. Setidaknya bagi saya yang gak tahan dingin. Diantara teman seperjalanan yang lain, saya lah yang paling kedinginan setiap harinya. Mungkin karena yang paling kurus.

Tujuan pertama adalah ke Hongdae Street, ini merupaka daerah jualan baju-baju. Di sini juga ada Cafe Hello Kitty. Caf yang bernuansa full Hello Kitty. Namun karena cafe ini tidak masuk dalam itinerary dan jadwal kami yang penuh hari itu, membuat kami tidak bisa menyinggahi Cafe Hello Kitty dan langsung fokus ke tujuan yaitu: Trick Eye Museum. Sebuah Museum dengan teknologi lukisan 3D yang ciamik.

kayaknya saya cuma rehaban biasa deh aslinya.
kayaknya saya cuma rehaban biasa deh aslinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ini cuma tiduran di tiang aja.
Ini cuma tiduran di tiang aja.
favorite
favorite

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Masih di area yang sama terdapat Ice Museum. Saya pernah melihat Ice Museum di Jepang melalui TV saat masih SMP. Sejak itu saya mupeng banget pengen liat Ice Museum dan berada di dalamnya. Alhamdulillah kecapian. Meskipun Ice Museum ini tak sebesar yang saya lihat beberapa tahun lalu di TV tapi lumayanlah.

kereta kencana dari es!
kereta kencana dari es!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ruang Keluarga dari es
Ruang Keluarga dari es

 

 

 

 

 

 

 

 

Selesai kedinginan dan hampir mati beku di dalam sini kami melanjutkan perjalanan panjang ke Itaewon. Konon Itaewon terkenal dengan kampung muslim. Ketika menginjakkan kaki di sini langsung saja sapaan “Assalamualaikum,” terdengar kerap. Banyak orang Timur Tengah, India dan Asia Tenggara di sini.

Di sini jugalah tempat mesjid terkenal Seoul Mosque Centre berada. Ini berarti, kali pertama saya sejak di Korea bisa shalat di tempat yang bener, nyaman dan aman.

20141109_161810

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah melaksanakan shalat dzuhur jamak ashar dan mengeluskan salap anti kram pada kaki saya kembali melangkahkan kaki saya yang udah terforsir habis selama 5 hari. Setelah shalat perut keroncongan dan di daerah menemukan makanan halal sih gampang. Banyak restoran halal di sini. Kami memilih restoran ini.

20141109_173248

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bisa memakan makanan halal di tempat yang bersih adalah suatu kemewahan. Bisa makan makanan khas Korea yang halal adalah suatu hal yang bikin saya girang bukan kepalang. Soalnya udah lama banget saya penasaran dengan makanan Korea yang selama ini cuma bisa ngeliat di Drama-nya sambil lap ences.

Kami memilih menu yang berbeda agar bisa saling icip-icip. Seperti biasa saya yang makannya banyak memesan dua porsi. selain karena lapar berat ya karena penasaran ama menunya aja.

Bibimbap dan Ramyeon
Bibimbap dan Ramyeon

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ternyata Bibimbap tak sesuai lidah saya. Baunya tak disukai indera penciuman saya. Tapi Ramyeon sukses bikin saya girang dengan rasa pedasnya yang mantap. Sesuai selera saya dan emang saya penggemar mie. Ramyeon isinya banyak, kayak kita ngerebus 2 bungkus indomi. No wonder ya kalau saya mampu habisin, saya emang rada rakus sih.

Setelah kenyang dan makin sore, kami melanjutkan kembal perjalanan ke Gwanghwamun, Di sini sedang ada pameran arsitek. Cocok banget buat dua temen seperjalannnya, Rizka dan Suci yang memang lulusan Arsitek.

Di sini juga Suci membuat janji bertemu dengan teman Korea-nya. Iya perempuan asli Korea. Iya membuat janji dengan dua temen Korea, satu perempuan satu lelaki. Dan Suci sungguh ahli berbicara bahasa Korea bareng mereka berdua.

Saya yang penasaran bertanya, dari mana Suci bisa bahasa Korea. Katanya sih otodidak dari drama Korea. Wuih… luar biasa. Kayaknya kemampuan berbahasa-nya bagus. Dalam sesi berbicara dengan teman Korea-nya memang gak seluruh kata perkata ia tahu artinya, tapi secara umum dia mengerti apa yang kedua temannya katakan. Kala mereka bergosip pake bahasa Korea saya itungin semut, Rizka ngutip daun maple. Kami gak paham.onion-emoticons-set-6-123

Ini dia patung yang jadi icon di Gwanghwamun Square
Ini dia patung yang jadi icon di Gwanghwamun Square

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada Prolog saya kan bercerita, kalau saya pergi ke Korea bersama 3 perempuan kece lainnya. Namun kenapa jadi total yang muncul pada poto di atas cuma 3 perempuan? apakah yang satunya lagi jadi tukang poto?

Jangan suudzon gitu. Cuma Carina-lah yang mampu kali bikin poto bertiga tanpa saya di dalamnya saat kami ke Nami Island. Padahal potonya ciamik banget lalu demi bikin saya tambah sewot karena muka saya gak ada, dia upload poto itu di Instagram-nya. nama saya di tag di pohon maple onion-emoticons-set-6-33

Carina harus pulang lebih dulu dari kami semua pada pagi hari itu. Di pagi buta kami mengantarkannya ke ujung jalan untuk menyetop taksi guna mengantarkannya ke Bandara. Ya, Carina harus berpuas diri 4 hari aja di Korea.

Dari sini kami menuju ke Cheonggyecheon Stream untuk menyaksikan Lantern Festival. Area-nya sih kayak di bawah tanah di tepi sungai. Tapi tepian sungainya bukan tanggul tanah gitu kayak di kampung saya.

img_3392-cheonggyecheon

 

 

 

 

 

 

Sebelum ikutan antri masuk ke area festival kami singgah bentar ke Coffe Shop terdekat. Soalnya temen saya udah kasian banget ngeliat saya yang kedinginan. Coat udah rapat, syal udah dikalungin, sarung tangan lengkap. Tetep aja dinginnya nauuzubillah.

Setelah merasa hangat di Coffe Shop dan mengelus-eluskan gelas kardus dari Chamomile Tea yang saya pesan ke wajah, kami keluar dari Coffe Shop untuk antri mengular panjang di Cheongyecheon Stream. Begitu keluar dari Coffe Shop dingin kembali menyerang.

Poto berikut yang saya pamerkan di bawah ini semuanya adalah koleksi Rizka. Tangan saya gak kuasa saya keluarkan dari kantung coat untuk menjepret bahkan satu potopun. Jalan-jalan malam di musim gugur Korea gak cocok buat saya. Apalagi kalau janjalannya di pinggir sungai di malam musim gugur. Dingin meeeeen…onion-emoticons-set-6-154

IMG_7716IMG_7751

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saya lupa Festival ini dipertunjukkan hingga sepanjang apa. Panjang banget deh pokoknya. Hidung yang udah meler membuat saya terus menerus berharap segera sampai di penghujung lentera. Kedua teman saya tampak sangat menikmati. Saya cuma kangen selimut hostel yang tebal lengkap dengan pemanas ruangan yang membuat enak banget tiduran di lantai.

Akhirnya rasa kasihan timbul juga di benak teman saya. Suci memutuskan menyudahi melihat festival ini. Jadi kami cuma melalui setengah jalur aja. Tapi setengah jalur itu kok ya sejam juga jalannya. Saya tahu dia masih penasaran dengan setengah lainnya. Tapi sungguh keputusannya sangat bijak. Saya gak mau tau lagi di depan ada apaan. Saya cuma mau balik ke hostel.

Akhirnya Saya dan Rizka kembali ke Hostel. Suci melanjutkan malam dengan mengikuti ajakan temen koreanya untuk minum soju. Tentu aja minum soju gak kesampaian. Kan haram bagi umat muslim. Jadinya entah di mana mereka nongkrong kami tak tahu. Saya memilih pulang ketimbang ikut Suci dan teman Korea-nya. Syukurnya Rizka sependapat dengan saya hingga saya ada temennya.

Korea Episode 5 berakhir di Lantern Festival dengan kondisi saya yang kedinginan dan kaki yang sudah mulai susah ditekuk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s