Jerawat Sebiji, Rusak Penampilan Sewajah

Ada satu di jerawat di hidung saya. Menganggu. Membuat kesal. Beberapa hari lagi ada undangan pesta pernikahan dan saya berharap jerawat ini sudah hilang. Supaya tidak mengganggu penampilan.

Lama saya melihat pantulan wajah saya di cermin setelah memencet jerawat bandel ini. Lalu tetiba saya ngerasa lucu sendiri. Kini saya telah berubah menjadi perempuan yang gusar karena jerawat sebiji. Serasa, jerawat sebiji rusak penampilan sewajah. Padahal dulunya jerawat memenuhi wajah, gak pernah saya sewot. Pasrah.

Saat SMP adalah ketika pertama jerawat bersemi di wajah. Puber katanya. Bintik jerawat kian banyak kian marak hingga ke bangku SMA. Tiada hari tanpa jerawat. Muka saya bentol-bentol dan merah-merah. Hingga Ibu saya pernah geram ingin meng-amplas wajah saya pakai kertas amplas/semen.

Ini wajah, Maaaak… bukan kosen jendela”

Ketika menjadi anak kuliahan, jerawat satu persatu berkurang. Ada namun tak lagi marak. Lulus kuliah dan bekerja wajah jadi semakin bersahabat. Dengan tidak seringnya terpapar sinar matahari dan debu karena melulu di dalam ruangan adem ber-AC, wajah saya menjadi cerah dan jerawat hilang. Tanpa menggunakan obat atau krim wajah apapun wajah saya tampak lebih bagus.

Ketika reuni dengan teman SMA, mereka selalu ngomentarin wajah saya. Takjub akan wajah saya yang polos tanpa jerawat. Ditanya pakai apa, ya gak mungkin juga saya bilang “Cuma pakai shampoo kok”. Tapi saya memang tidak menggunakan obat apapun. Alami. Karena indikasi puber telah berakhir.

Sepertinya jerawat di keluarga kami memang hanya ada ketika masa puber terjadi. Tidak hanya saya, abang dan adik saya mengalami nasib yang sama. Ketika SMP dan SMA jerawat tak terhitung. Namun ketika kuliah jerawat perlahan menghilang.

Sekarang ini kalau di wajah kami ada jerawat pertanda dua hal: 1. Bentar lagi akan datang menstruasi, 2. Semalam tidurnya telat. Tentu saja buat Abang saya kemungkinannya Cuma yang kedua.

Khusus di wajah saya, jerawat memang hilang, namun bekas jerawat berupa bopeng-bopeng halus tercetak abadi. Kulit saya juga jenis kulit kering. Mengingat usia akan menjadi 30 beberapa tahun lagi, kini saya tidak bisa lagi mengandalkan perawatan wajah hanya cuci muka plus maskeran doang. Saya harus lebih telaten merawat kulit agar kelak, di usia 40 kulit saya tidak cepat keriput.

Sejak 4 bulan lalu saya memercayai wajah saya pada satu klinik kecantikan. Merogoh mesin ATM hanya demi sebuah perawatan wajah. Menghilangkan bopeng pada wajah dan semoga memperlambat penuaan dini. Hasilnya memuaskan. Namun tetap saja, kalau mau mens jerawat pasti nongol sebji dua biji. Ini suatu keniscayaan.

 

Nah.. jerawat itu kayak pacar ya?

Kalau putus kayak bopeng.

Saat masih pacaran, pacar kayak jerawat. Terlihat dan dapat dilihat semua orang. Ada yang kecil ada yang besar. Ada yang bikin sakit ada yang tidak. Tapi satu yang jelas, hadirnya mau kecil atau besar pasti menganggu dalam beberapa hal.

Menganggu bila si pacar tipikal obsesif, posesif, agresif, pasif, atau beberapa hal lain, yang entah kenapa kebanyakan sifatnya saat masih jadi temen atau PDKT menyenangkan namun kala menjadi pacar malah nyebelin.

Ketika putus ya udah jadi bopeng. Atau flek hitam. Membekas terus hingga menua. Semua hal yang terjadi di masa lalu bersama pacar hanya akan menjadi bekas luka yang tak bisa dihilangkan. Belum lagi bila segala kenangan adalah kenangan nista yang mungkin sempat menodai harga diri dan kehormatan. Menyebalkan sekali bukan?

Jerawat sudah hilang. Namun bekasnya tetap ada. Pacar udah putus, namun kenangannya masih menganggu.

Yah kita memang bisa melakukan perawatan wajah maksimal seperti saya agar bekas luka atau flek hitam menghilang dan membuat wajah menjadi mulus. Namun semulus apapun wajah kita, tetap saja itu bukan kulit seperti semula. Hanya memperbaiki. Mengobati.

 

Untuk itu, untuk segala pengalaman pahit. Seperti saya yang kini membenci jerawat, seperti itulah saya kini gak mau punya pacar.

Jadi Bang, kalau Abang suka sama saya jangan ngajak pacaran, ngajak nikah aja ya *kedip manja*

 

Kode ini mah.

Advertisements

One thought on “Jerawat Sebiji, Rusak Penampilan Sewajah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s