Musim Panas, Aku Lelah dan Gerah

Sampai kapan kamu mau terus-terusan mengajakku berlari? Tidakkah letih? Tidakkah gerah? Sadarlah, saat ini sedang musim panas. Udara menyengat dan kering. Diam saja membuat dahaga konon lagi harus berlari-lari.

Memang menyenangkan bermain menyatukan diri dengan alam. Tapi kita tak selalu harus bermain kan.

Keceriaan, kebebasan, keluwesanmu memang terasa menyatu dengan musim panas. Musim yang membebaskan. Kalau dipikir-pikir kamu layaknya musim panas. Kamu pun penyuka musim panas. Musim di mana kamu bisa pamer otot-otor lenganmu. Musim ketika kamu bisa membakar kulit tubuhmu agar makin eksotis. Musim yang membuat berlari ke sana ke mari serasa anak kecil mengejar penjual es krim keliling.

Kamu yang kusandingkan dengan musim panas, aku gerah. Panasnya menambah dahaga. Bila ditambah kamu ajak aku berlarian mungkin aku akan mati dehidrasi. Sistem kekebalan tubuhku tak kuat. Aku nyerah. Aku ngalah. Mengimbangimu aku lelah.

Wahai Lelaki Musim Panas. Teruslah berlari. Lepaskan genggamanmu padaku. Aku tak kuasa lagi mengikutimu. Aku butuh tempat sejuk untuk melepaskan penat. Aku ingin berbotol-botol meniral untuk menghilangkan dahaga. Maafkan aku. Kita berpisah di sini saja. Karena aku tak mungkin menghabiskan sisa hidupku untuk terus berlari-lari.

Maaf.

Aku menyukaimu. Sangat menyukaimu. Ceria, enerjik, aku suka. Tapi aku lelah. Hanya lelah.

summer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s