(Berpura-puralah) Pernikahanmu Bahagia Selama-lamanya

Bila kita melihat media social mana-pun, pasti kita melihat segala macam bentuk postingan yang seperti kisah Cinderella. Bahagia selama-lamanya.

Oiya.. saya mempersempit ruang lingkup dengan postingan dari orang-orang yang sudah berkeluarga.

Mereka kerap memamerkan betapa romantisnya suami mereka, betapa penyayangnya istri mereka, betapa lucunya anak mereka, betapa bahagianya keluarga mereka. Itu tidak salah menurut saya. sah-sah aja. Terserah mereka. Toh yang single juga kerap mem-posting hal-hal yang seolah hidupnya bahagia tiada tara dan telah berhasil menjadi pribadi sukses meski belum menikah. Pamer apapun sah-sah saja. Ini era media social. Era pamer memang.

 

Dan saya tahu pasti di balik segala postingan penuh bahagia, ada juga pengorbanan yang tak kalah penuh peluhnya. Pasti ada sedih atas sebuah senyuman. Pasti ada duka ketika bahagia lenyap. Pasti ada masalah dalam setiap likuan rumah tangga. Saya tahu pasti. Meskipun saya belum berumah tangga, saya tak senaif itu melihat menikah adalah sebuah akhir dari perjuangan. Atau hadiah dari perjuangan yang berakhir bahagia selama-lamanya. Pernikahan tak selamanya mulus, semulus paha JKT 48.

 

Namun.. tetaplah begitu. Tetaplah mem-posting segala kebahagian. Tetaplah memamerkan kalau hidup kalian baik-baik saja. Karena menyebarkan aura kebahagian lebih bagus ketimbang kalian curhat di media social soal betapa peliknya hidup yang kalian alami. Aura negatif gak pernah bagus untuk disebarkan. Layaknya asap Pekanbaru.

 

Tetaplah begitu. Tetaplah bahagia, atau paling tidak berpura-puralah bahagia, karena gak semuanya orang harus tau kemalanganmu. Gak semua orang harus tau kepedihanmu.

 

Berbahagialah dengan pernikahanmu. Atau paling tidak berpura-puralah bahagia akan pernikahanmu. Itu adalah resiko yang harus kamu hadapi akan suatu keputusan yang diambil di masa lalu. Jadi, teruslah berpura-pura pernikahanmu bahagia, hingga kamu lupa kamu tengah berpura-pura. Karena berpura-pura bahagia juga salah satu usaha menjadikan pernikahanmu bahagia secara nyata.

 

 

Jadi… janganlah kasih nampak ama aku, Bang, kalau kau gak bahagia dengan pilihanmu lalu menyesal. Ketawa jadinya aku. Makin gak suka aku sama kau jadinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s