Alter Ego

Mulanya saya tak ingin blog saya ini dibaca oleh rekan-rekan sekantor. Termasuk Facebook saya. Namun ada beberapa kondisi akhirnya saya terpaksa menerima permintaan pertemanan di facebook oleh rekan kantor saya yang dulu. Lalu setelah diterima saya atur privasi-nya agar segala status dan postingan blog yang otomatis ter-update ke lini masa facebook, gak dapat terlihat oleh mereka, teman sekantor saya.

Kantor kedua saya lakukan hal serupa tapi lalu terkaget-kaget ketika mendapat Manajer Auditor saya malah menemukan blog saya bahkan tanpa berteman di FB. Sungguh jiwa auditor-nya benar-benar sangat kompeten. Tak usah diragukan. Dibaca. Ya sudahlah.. terkuaklah siapa saya sebenarnya.

Karena blog ini senyata-nyatanya saya. sebenar-benarnya pikiran saya, dari mulai pikiran aneh, serius, kadang nyebelin atau bahkan sisi vulgar saya terungkap semua di blog. Bagaimana keadaan saya, sedihkah, senangkah, bahagiakah, semua terpatri nyata di blog ini. Maka itu saya ingin sembunyikan ke komunitas professional saya. Yaitu lingkungan kerja.

Di kantor ketiga, saya berteman di facebook dengan teman sekantor. Namun hanya yang seangkatan saja. Belakangan karena ngerasa tidak enak oleh permintaan teman satu perusahaan yang kian banyak bahkan dari kalangan bos, maka saya terimalah mereka di FB. Kali ini mengingat saya sudah banyak insyaf-nya dengan tidak menulis status aneh-aneh maka saya biarkan tanpa settingan privasi.

Hal itulah yang membuat akhirnya blog Kura kura Hitam menjadi diketahui oleh beberapa rekan kerja. Awalnya seperti biasa, saya tak menduga mereka akan membacanya namun akhirnya saya tahu mereka membacanya. Dan sudahlah… saya biarkan saja pun ini blog untuk khalayak umum. Lagian pembaca lama juga udah jarang nongol. Kan saya sedih kalau jumlah visitor blog saya menurun. Ini aja udah menurun setengahnya dari jumlah visitor 2-3 tahun lalu loh.

Ada alasan kenapa saya tak ingin berteman dengan rekan kantor di FB atau pun rekan kantor membaca blog saya. karena FB dan blog saya menjadi Intan yang suka ngasal, cekakakan, tak elegan namun banyak fans-nya. Hahaha..

Alasannya adalah saya ingin menciptakan wujud Intan yang lain di dunia kerja. Ya, saya membuat alter ego ketika di dunia kerja. Alter ego yang saya ciptakan dengan karakter seorang Intan yang elegan, pendiam, tegas, keras, tangguh, professional, berkelas, cerdas, dinamis, dan segala hal yang membuat image wanita karir melekat erat di wajah saya.

Gagal? Sepertinya.

Hahahah..

Namun tidak 100% gagal. Alter ego yang saya ciptakan berhasil setidaknya setengahnya menurut saya. Karena beberapa orang masih tidak tahu seberapa amburadulnya isi otak saya yang saya tuangkan di sini. Segimana parahnya saya, dan segimana vulgarnya kadang saya berpikir. Karena masih saja tuh saya di cap, “Intan tuh rada pendiam ya orangnya?”

Pendiam? Are u sure?

Saya bahkan bisa menari hula-hula kalau pikiran saya stress dan bisa salto-salto kalau gelisah. Namun ya itu, saya berusaha tidak terlalu grasak grusuk.

 

Di awal bergabung dengan perusahaan sekarang ini saya ingat saya pernah menjadi orang pendiam dan hanya fokus sama diri sendiri. Karena saya tidak ingin berbaur. Tidak ingin mereka tahu betapa tidak elegannya saya. Namun apa daya, diklat selama hampir 3 bulan di Surabaya dan bersama satu atap dari bangun tidur hingga tidur lagi membuat siapa saya sesungguhnya terlihat. Tak bisa ditutupi. Ya sudahlah. Alter ego kembali gagal saya kembangkan.

 

Kenapa saya terlalu kepengen menciptakan alter ego yang elegan dan bla bla bla seperti yang saya sebutkan di atas. Mungkin karena saya jengah disepelekan. Dengan tingkah saya ini, banyak teman yang seakan tak rela dan tak percaya ketika saya mendapatkan prestasi di kelas semasa sekolah ataupun masuk ke dalam peringkat 10 besar di kelas inti pula.

Dengan tingkah saya ini yang agak serampangan saya pernah sakit hati ketika seorang abang angkatan semasa kuliah berkata, “Sama Intan untuk apa sopan-sopan dan jaim. Intan-nya aja kek gitu,” oh.. sungguh mematahkan hati saya. Entah kenapa saat itu saya sirik dengan sahabat saya yang gak pernah dirayu atau digoda lelaki karena sifatnya yang cool hingga membuat lelaki segan mendekatinya. Kalau mau dekati dia, saya dulu yang diincer ama orang untuk mengorek tentang sahabat saya itu. Sementara bila ada lelaki yang naksir saya, mereka akan maju tanpa babibu tanpa perantara. Entah kenapa saya tidak suka.

Bentar ya, saya mau ketawa dulu. Inget tentang masa kuliah dulu banyak hal yang bisa ditertawakan emang. Apalagi piciknya pikiran saya ketika itu.

 

Sekarang ini keinginan saya membuat alter ego di dunia kerja hanya semata ingin dianggap sebagai seorang wanita karir. Wanita karir sesungguhnya yang tangguh. Yang bisa bekerja. Yang cerdas, cantik dan berkualitas.

Tapi ya sudahlah… alter ego buatan memang tak bakal menjadi sempurna. alter ego sedemikian rupa biarkanlah hanya dalam angan saya. Dalam angan yang mungkin bisa saya hidupkan menjadi karakter cerita fiksi saya. Makanya, kalau membaca fiksi saya kebanyakan saya memakai nama sendiri untuk nama tokohnya. Hal yang membuat beberapa orang kepo dan mengira itu adalah cerita nyata saya.

Dan inilah, bagi teman-teman yang telah membaca blog saya dan melihat bagaimana gaya saya menulis. Kenalilah saya seperti ini. Seorang Intan yang selalu mengaku cantik, cerdas, berkualitas, hobi menulis namun tak kunjung menjadi penulis, masih terus berusaha untuk gemuk dan tetap memimpikan bisa menjejakkan kaki di Belanda sebelum usia saya usai.

Namun bila kamu mengenali saya dengan cara yang lain, dengan cara yang berbeda. Seperti judes, egois, pemarah, blak-blakan, itulah sesungguhnya saya, Intan yang sesungguhnya.

Tapi bila kamu punya deskripsi lain selain hal-hal di atas. Ya sudah. Suka-suka kamu ajalah.

Terima kasih atas kunjungannya. Rajin-rajin ke mari ya. Supaya total kunjungan perharinya banyak.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s