Hadir di Masa Lalu, Kini Malah Mengganggu

Orang-orang yang pernah hadir di masa lalu kehadirannya memang memberi arti, entah pelajaran, entah sebagai hadiah. Namun nyatanya hadir di masa lalu, menganggu di masa sekarang.

Seperti mantan yang cintanya belum kelar. Satu jenis orang.

Seperti lelaki yang pernah naksir setengah mati namun cintanya kita tolak. Satu jenis lainnya.

Bahkan seperti lelaki yang telat menyadari betapa dulu kita pernah menaruh rasa padanya sepenuh hati. Satu jenis lainnya lagi.

Kepada mereka sebenarnya masa lalu cukuplah berada di masa lalu. Entah untuk dikenang atau untuk dijadikan pembelajaran kini. Namun tidak seharusnya mereka eksis di masa sekarang apapun alasannya untuk kembali membawa-bawa sebuah kata bernama ‘rasa’.

 

Tahun berganti tahun. Intan yang berusia 18 tahun tak jauh berbeda dengan Intan sekarang. Meski 9 tahun beranjak mengganti kelander demi kelander, Intan tetaplah seperti ini. Perempuan yang masih berusaha untuk gemuk, hobi menulis meski tak kunjung menjadi penulis, dan masih belum menikah.

Salah seorang Abang angkatan semasa kuliah. Ketika itu saya baru lulus kuliah dan dia pernah menyapa saya di kolom pesan facebook hanya untuk mengatakan, kalau seharusnya saya dulu menerimanya, karena dengan begitu saya sudah menikah dengannya. Jadinya saya gak jomblo usai kuliah.

Salah satu seorang lelaki lainnya yang pernah dekat namun tak kunjung mau saya jadikan pacar pernah meledek saya juga dengan status saya yang hingga kini masih sendiri sementara dia sudah ‘sukses’ (menurutnya).

Orang-orang seperti itu banyak. Saya tak pernah ambil pusing. Mau dia sudah menikah kek, mau nikah cerai nikah lagi kek, mau saya hingga kini belum menikah pun, gak pernah menjadi suatu hal yang patut saya risaukan. Ketika mereka berbicara meledek saya begitu saya malah Cuma ketawa sendiri. Dalam hati pengen bilang, “kok ngomong berasa dendam gitu? Ada rasa yang belom kelar ya?”onion-emoticons-set-6-58

Iya. Entah kenapa kalau ada yang samperin saya hanya untuk berusaha bikin saya sebel, saya ngerasa sebenarnya mereka belum bisa lepas dengan pesona saya onion-emoticons-set-6-15 *disemprot baygon ama pembaca

Seperti beberapa hari lalu. Seorang lelaki masa lalu, kami tidak pernah pacaran, namun dekat, lalu karena suatu hal di masa lalu saya menyuruhnya menghilang dari hidup saya, jangan pernah muncul lagi. Secara teknis, dia memang tak pernah muncul lagi face to face ama saya, namun dalam dunia maya dia masih berseliweran.

Nah… beberapa hari lalu melalui pesan BBM dia chating ama saya. Karena saya tahu diri dengan statusnya yang sudah menikah anak satu, dan saya perempuan single, berkarir dengan pesona luar biasaonion-emoticons-set-6-11 *disemprot baygon lagi karena yang tadi gak bikin mati, saya agak malas membalas BBM-nya kala malam beranjak larut. Meskipun saya belum tidur saya berpura-pura saja sudah tidur. Esok paginya saya bales, dan bilang semalam udah tidur. Itu saja. Dan herannya di pagi, jam-jam enak-enaknya sarapan di kantor dia malah membalas BBM-nya sambil mengenang masa lalu. Mengenang apa-apa yang pernah kami lakukan bertahun-tahun ke belakang.

Hellow…

Kepalamu di tempatnya, Bang?

Isi BBM-nya sangat gak bernilai bagus bila dikaitkan dia yang sudah menikah. Dan karena saya merasa saya wanita terhormat maka saya putuskan imajinasi masa lalunya. Saya gak mau ini menjadi sebuah skandal.

Lucu adalah ketika dia yang pernah dan selalu saja mengejek saya dengan status saya yang belum menikah sekarang malah mengutarakan nostalgianya yang jelas-jelas mempermalukan rumah tangganya yang selama ini dia pamerkan sama saya.

Mencoba bersabar dan tetap kalem. Saya hanya timpali sederhana meskipun mulut judes saya pengen banget nyalurkan energy ke jemari saya untuk ngetik,

kalau-pun pernikahan kamu tidak bahagia, berpura-puralah saja bahagia,”

Tapi karena saya masih mencoba bersikap tenang, pernyataan itu urung saya katakan.

 

Beberapa hari berikutnya. Dia muncul lagi. Dengan hinaan lain lagi untuk saya.

Ya.. orang-orang yang hadir di hidup kita memang ada yang memberi kita pelajaran agar lebih bisa memaknai hidup, namun ada juga yang memang hanya untuk menguji kesabaran kita.

Ya.. kadang masa lalu bisa begitu menganggu.

Ini hal terakhir. Setelah ini delete contact yang akan beraksi. Karena memang tidak seharusnya saya menjaga perasaan orang yang tahunya hanya untuk memainkan emosi saya saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s