Sedikit Berlebih Namun Begitulah Dia Menjaga Cinta

Saya punya teman, teman saya punya pacar, pacarnya punya orangtua, orangtua-nya punya rumah, rumahnya diberi nama White House.

*ini cuma lelucon garing antara saya dan temen-temen saya aja

Serius. Saya cuma mau mengisahkan pacarnya temen saya itu. Teman saya lelaki, jadi pacarnya pastilah perempuan. Karena kalau pacarnya juga lelaki, saya pasti udah rukiyah dia. Karena saya termasuk golongan orang yang kontra dengan LGBT.

Pacarnya. Bikin kzl iya. Bikin sebel iya. Bukan karena pacarnya cantik hingga saya jadilah sirik. Bukan. Karena saya sendiri memiliki kecantikan tersendiri.

Guys… mau ke mana? Gak mau lanjut baca? Guys? Guys?

Tingkah polah pacarnya ini yang membuat saya mikir keras. Menurut saya pacarnya terlalu protektif. Nih ya, contoh aja. Si pacar temen yang kita sebut aja bernama Sandra, karena kalau pake nama Melati kayak korban pelecehan seksual aja. Jadi si Sandra menghapus kontak saya dari daftar kontak BBM temen saya. Sumpah saya dendam kesumat. Murka angkara jadinya. Gimana gak. Karena pada suatu ketika saya ingin nge-bbm temen saya lalu saya kebingungan sendiri karena namanya hilang dari kontak saya.

Kebingungan saya terjawab karena akhirnya kabar tersiar kalau sedang adanya penghapusan kontak massal dari hape temen saya yang dilakukan oleh Sandra, pacarnya sebagai tersangka.

Yang lebih bikin heboh lagi adalah ketika yang di-delcon adalah kontak-kontak bernama perempuan yang memasang DP wajah sendiri. Jadi kalau namanya perempuan tapi depe-nya bersama suami atau anak sih aman.

Sampai tahap ini saya mulai terusik kesabarannya. Karena menurut saya ini sudah aneh. Ini sudah mengganggu privasi temen saya. Masak iya dia gak boleh berteman dengan perempuan lagi karena berpacaran dengannya.

Delcon ini hal ketiga yang aneh dari polah pacarnya. Hal pertama yang bikin saya dan teman-teman ngakak adalah ketika dia menghampiri teman saya di rumahnya hanya untuk menyuruh temen saya mengganti DP BBM dengan potonya atau poto berdua. Jadi maksudnya kalau pasang poto sendiri menyiratkan ke-single-an.

12214308_10204068642390871_1017100532_o

Polah kedua adalah dia menyabotase hape temen saya. Disita.

Wow…

WOW

Sungguh cinta mati dengan gaya pengekspresian luar biasa.

Menurut saya tingkah polahnya itu menganggu. Namun selain sindiran dan memberi pemahaman ke temen saya kalau pacarnya itu aneh saya tak bisa berbuat apa-apa. Toh itu hubungan mereka, ya terserah mereka gimana jalaninya. Saya cuma sewot di bagian kontak saya dihapus aja. Lagian si temen selain sakit kepala gimana setiap kali harus memberi penjelasan kepada pacarnya ketika dia ngambek kayaknya selebihnya dia terima-terima aja. Nyantai aja menghadapi pacarnya yang cemburu buta tak keruan.

Karena menurut saya satu. Dia cinta. Makanya dia betah dan gak mempermasalahkan segala polah pacarnya. Itulah kenapa akhirnya saya memilih mundur. Tak bermain lagi dengan teman saya karena gak mau pacarnya meneror saya karena cemburu atau minimal salah paham. Pun mau bilang gak ada yang perlu dicemburukan dari saya, karena saya dan si temen memang temenan tanpa baper, percuma saja. Jadi saya yang menghilang dan biarkan mereka bersama. Apa coba hak kita melarang orang lain bahagia.

Karena saya orangnya suka mikir, jadilah ini jadi bahan renungan saya di kosan sambil ngadem di depan kipas angin.

Cara mencintai.

Iya. Cara mencintai setiap orang berbeda. Cara menjaga cinta-pun berbeda. Menurut Sandra begitulah cara dia mencintai pasangannya. Begitulah cara dia menjaga cintanya. Begitulah cara agar dia tak memberi celah kepada siapapun untuk memasuki hubungan cinta mereka.

Tetiba saya berpikir lagi. Think-ception.

Mungkin harusnya saya seperti Sandra.

Nah loh?

Iya. Mungkin harusnya saya dalam menjalin hubungan haruslah berbuat seperti Sandra meski agak ekstrim menurut saya. Tapi mungkin dengan cara itu saya bisa menyelamatkan hubungan saya. Dengan nyolot, dengan protektif berlebih, dengan sangat dominan mungkin saya bisa menjaga hati seseorang hanya untuk saya. Mungkin saya bisa membuat dunia dia hanya tentang saya. Mungkin…

mungkin…

tapi tidak.

Saya bukan Sandra. Saya Intan. Punya cara mencintai sendiri. Saya memang salah ketika mempercayai pasangan saya sepenuhnya. Tapi ya itu, cinta saya soal kepercayaan. Bukan soal mengekang.

Kini seperti saya akhirnya dapat memaklumi Sandra dengan cara mencintainya terhadap pasangannya. Saya juga ingin cara mencintai saya dimaklumi. Tak perlu oleh orang banyak.

Ya.. cukup dimaklumi oleh dia yang saya cintai. Cara mencintai versi saya.

Advertisements

5 thoughts on “Sedikit Berlebih Namun Begitulah Dia Menjaga Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s