Karena Poto Selembar Rusuh Anggota Seangkatan

Sebuah grup BBM lagi rusuh. Sedang ada yang dibully. Aksi bully akibat salah seorang anggota grup kedapatan berpoto berdua dengan lelaki.

Siyalnya. Perempuan di poto itu adalah saya.

Poto biasa aja sih. Tak ada cerita di balik poto tersebut. Hanya sekedar seorang fans yang minta poto bareng idolanya *disiram air uji sama satu angkatan*

Namanya juga grup haus hiburan. Namun ketimbang haus hiburan para anggotanya lebih haus kasih sayang. Makanya, ada poto sedemikian rupa jadi heboh. Ini bukan kali pertama. Ini keusilan kali kesekian.

Grup ini adalah grup yang terdiri dari orang-orang yang pernah diklat bareng ketika pengangkatan pegawai tahun 2013 di perusahaan saya. Grup ini mempersempit populasinya dengan hanya beranggotakan teman-teman yang diklat bareng dan berada di Kelas 1 Penerimaan Angkatan 2013 saja.

Tentang poto saya itu. Udah saya abaikan tapi komen temen-temen tetep aja bikin gatel jari saya tuk bales. Akhirnya setelah mereka meminta klarifikasi saya katakan kalau lelaki yang dimaksudkan hanyalah seorang fans. Namun yang terjadi adalah hal berikut yang akhirnya menjadi titik mula terbentuknya postingan ini.

“Fans—>Kagum—>Cinta

Seperti integral. Integral (∫) tingkat satu itu fans. Dideferensialkan menjadi kagum. Deferensialkan lagi jadi cinta.”

(Firdaus Safran. Panggil Bang Fir jangan Bang Daus. Lelaki terganteng di kelas 1 angkatan 2013. Digadang-gadang sebagai Direksi di era mendatang. Kini menuai penghasilan bulanan dengan menjadi Kepala Unit di Sinabang. Jauh ya? Iyak. Sinyal aja suseh)

Membaca komen seperti itu saya tergelitik membalas

“Dalam akuntansi, fans diletakkan di neraca. Bagian aktiva. Tapi aktiva tidak berwujud. Tidak berwujud cinta.”

(Intan. Pemilik Blog Kura kura Hitam. Korban bullying. Selalu mengaku cantik, cerdas dan berkualitas yang ditempatkan sebagai Kepala Unit di Luengputu)

Dibalas lagi oleh alumni Fakultas Hukum.

“Fans adalah terpidana hati. Karena telah mencuri hati idolanya.”

(Nasrial, dipanggil ‘Uda’ meski bukan berdarah Minang. Single, Available dan jangan ragukan harta yang dimiliknya. Dia punya brangkas berisi harta hasil jerih payahnya yang kemudian kami sebut sebagai OSL. Jangan tanya apa itu OSL. Tapi kalau mau tanya no hape Uda Nasrial dipersilahkan di kolom komentar.)

Membaca komentar tersebu,t saya memancing para anggota grup lainnya untuk memberi komentar bernada sama namun sesuai background pendidikan masing-masing.

Dan inilah dia.

“Cintanya ibarat autonomous consumption. Ada atau gak ada uang, aku tetap butuh kamu.”

(Yuni, Calon Ibu Muda yang tengah hamil tua. Kepala Unit Rimo yang jauh di mato.Kini sedang mendelegasikan tugasnya pada teman seangkatan lain yang tidak berdosa karena mengaku tengah menjalani cuti yang bikin sirik)

“Cinta selalu disirami kebahagian, dipupuki oleh kebersamaan dan disinari oleh kehangatan cinta abadi. Sehingga hubungan ini akan berbunga mekar di pelaminan.”

(Andi, S1 di Pertanian lalu S2 di Manajemen. Dinobatkan sebagai Kepala Unit paling rajin promosi. Wilayah kekuasannya Manggeng)

Cinta itu menguatkan. Layaknya suatu bangunan yang indah. Dimulai dengan air, pasir, dan semen. Menyatu, menguatkan setiap balok, kolom dan dinding.

(Arif, background pendidikan Teknik Sipil, pekerjaan sampingan adalah sebagai ustadz-nya angkatan 2013, penggemar Ustad Yusuf Mansyur, kadang baca blog saya juga. Kepala Unit Calang yang suka pamer lobster)

“Melekat erat bagaikan aspal yang merangkul material A dan filler untuk menuju jalan yang lebih baik.”

(Rahmad. Masih mencoba menjadi Playboy. Saya baru tau dia jurusan Teknik Sipil. Kirain Teknik Industri. Mintalah donat padanya ketika kamu ulang tahun karena dia yang paling baik hatinya)

“Menemukanmu menghentikanku mencari arti penyesuaian atas jurnal kasih yang pada akhirnya menyeimbangkan neraca kehidupan.”

(Rinaldy, Peraih Pon 3 kali namun saya kurang tahu apa jenis medalinya, bertubuh hampir 2 meter. Meski berwajah baby face dan punya pribadi yang super, maaf ladies. He is sold out. Baru saja menjadi pengantin baru. Baru sekali)

The last but ya… least.

“Cinta mereka…Cuma sekedar endofrin dan interaksi individual dengan komposisi 75:25”

(Dimas. Lama menghilang di grup dan baru muncul kembali. Akhir-akhir ini ada yang mengadu kalau habis di-delcon sama dia)

Itu dia komentar dari beberapa teman saya. Sisanya yang berjumlah belasan orang hanya jadi tim hore-hore. Berkomentar merusuh suasana.

Advertisements

6 thoughts on “Karena Poto Selembar Rusuh Anggota Seangkatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s