#Pejuang20Ribu

Pada suatu nongkrong cantik sama temen-temen yang cantik, kami membahas soal bagaimana mengelola uang. Kok ya uang ini kebanyakan abis di makan, nongkrong, beli tas, beli baju, beli sepatu dan beli lipstik. Jadi kapan nabungnya? Ke mana mau kami bawa masa depan kami kelak. Apakah dengan hidup boros akan mungkin bisa jadi tua kaya raya?

Menabung. Mudah dibilang. Susah dipraktekin.

Bertukar ide dengan teman. Saya mengatakan kalau saya menabung emas selama ini. Jadi begitu gajian beli emas (baca postingan ini: Gak Bisa Simpen Duit? Simpen Emas Aja).Soalnya berharap nabung di bank sih gak mempan sama orang pecinta mesin atm kayak saya.

Si temen cantik mengusulkan suatu hal yang luar biasa.

Aku nabung uang 20 ribu, Tan?”

Maksudnya?”

Iya. Aku pernah baca. Coba aja bikin tabungan uang 20 ribu. Jadi setiap kamu dapat uang 20 ribu dari hasil kembalian suatu transaksi kami simpan di celeng.”

Saya manggut-manggut. Dia menyesap iced lemon squash-nya sebelum melanjutkan.

Karena uang 20 ribu itu pecahan yang tidak terlalu sedikit juga tidak terlalu banyak. Makanya digunakan uang itu.”

Pulang dari nongkrong cantik saya langsung laksanakan ide cantiknya hingga hari ini.

Ini dia hasilnya.

12200818_10204041839920826_889167081_n
Saya gak masukin celeng. Saya simpan dalam bentuk mendatar gini di balik kasur.

Dari ide itu dikemukanan olehnya hingga kini, mungkin penghitungan kalender sudah setahun lebih. Dalam kurun setahun itu tidak rutin setiap hari saya tabungin uang 20 ribu. Karena kadang bilapun ada tak sempat saya simpan udah keburu kepake, karena sayang aja kalau pecahin uang yang nominalnya lebih gede. Padahal aturannya pecahan 20 ribu ya pantang digunakan kalau sudah ada di tangan

Setahun lebih menabung menghasilkan nominal Rupiah yang lumayan. Tidak terlalu banyak. Tapi cukup buat beli sneaker Nike impian. Tapi tentu aja tujuan 20 ribu ini saya tabung bukan untuk beli Nike. Saya nabungnya buat biaya ke….

Belanda.

Dan uang tersebut masih jaaaaauhhhhhhh kurangnya bahkan hanya untuk tiketonion-emoticons-set-2-88 .

Tapi ya namanya juga usaha ya. Setidaknya tekad saya adalah uang itu akan saya gunakan hanya untuk tambahin biaya pengeluaran jalan-jalan ke Belanda kelak yang entah kapan. Gak boleh ditujukan ke Negara lain atau kota lain. Saat udah miskin banget karena belum gajian-pun saya gak pernah menyentuh uang tersebut. Selain lupa ya karena memang lupa aja sih onion-emoticons-set-2-65

Beberapa hari yang lalu saya membaca artikel tentang tips menabung. Salah satu-nya adalah menabung pecahan 20 ribu. Wow… bisa jadi ini artikel yang dibaca temen saya yang cantik itu. Artikel yang menginspirasinya, menginspirasi saya dan ternyata menginspirasi banyak orang.

#Pejuang20Ribu

Hashtag pejuang 20 ribu bertebaran sudah ternyata. Dan meskipun saya udah mempraktekannya setahun lebih ternyata saya gak update sama hashtag tersebut. Iya, saya ketinggalan banget.

Tapi meskipun saya baru baca artikelnya beberapa hari lalu. Baru juga tau hashtag itu ada. Tak mengapa. Yang penting realisasinya udah.

Saya Intan. Pejuang 20 Ribu. Penggemar Oto Iskandar Di Nata. Sampai jumpa.

Advertisements

2 thoughts on “#Pejuang20Ribu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s