Lem Tikus dan Saya yang Hebat

ini merupakan salah satu pencapaian terbesar saya di tahun ini selain terwujudnya jalan-jalan ke Belitung di bulan Agustus kemarin. Bedanya pergi ke Belitung masuk dalam Bucket List -yaitu sebuah daftar yang harus terjadi sebelum saya meninggalkan dunia yang fana ini- sedangkan pencapaian yang satu ini merupakan kehebatan saya yang tak direncanakan dan tidak kuduga *insert meme gambar lelaki dengan kalimat sudah kuduga here*

Apa pencapaian itu hingga saya begitu sumringah dan menyempatkan postingan berbau jumawa ini? onion-emoticons-set-2-107

 

Akan saya jawab di paragraf setelah kalimat ini.

 

Saya berhasil menangkap tikus dengan usaha saya sendiri. Itulah pencapaian luar biasa yang saya maksud. Tidak menggunakan tangan kosong tentunya. Saya menggunakan lem tikus. Dan saya bangga.

 

Tikus itu sudah seminggu rusuh di kamar saya. Karena bukan termasuk golongan pecinta binatang maka saya berusaha keras mengusirnya keluar. Apa daya, tikus itu lebih mahir bersembunyi ketimbang pacar yang kepergok selingkuh. Saya yakin dia bersembunyi di balik koper saya. Tapi nyatanya setiap saya menggeser dan membolak-balik koper, si tikus gak ada.

Nyerah. Pasrah. Resah dan gelisah. Hingga akhinya ketika tengah berbelanja bulanan saya ketemu dengan benda bernama Lem Tikus. Langsung saya masukkan dalam trolly belanjaan.

 

Sesampainya di kosan tercinta. Saya langsung pasang perangkap tikus berupa lem tikus di tempat yang sudah saya perkirakan akan ia lewati. Setelah pasang saya matikan lampu dan tidur. Seperti biasa, kalau lampu udah mati tikus mulai berkeliaran. Tak saya hiraukan. Saya mengantuk dan ingin tidur.

 

Keesokan harinya ketika bangun mata saya langsung menuju ke perangkap lem tikus. Dan senyum licik onion-emoticons-set-2-114plus bahagia langsung tersungging di wajah saya. Tikusnya terperangkap. Tak berdaya. Lemas dan tak tahu arah jalan pulang. Saya girang bukan main. Ini kabar baik. Ini berita bahagia. Ini sebuah kejadian spektakuler di hidup saya. Karenanya langsung saya bagi kebahagian saya kepada sahabat dan keluarga saya.

 

Perihal menangkap tikus ini adalah pengalaman pertama. Setiap yang pertama tentunya membuat excited. Selama ini bila di rumah urusan menangkap tikus tentu bukan bagian saya. Itu tugas kedua orangtua saya. Saya gak pernah berurusan sama yang namanya tikus. Namun kini, setelah 2 tahun lebih ngerantau, jadi anak kost dan jauh dari keluarga, akhirnya saya berkesempatan menjerat tikus. Mau tidak mau. Suka tidak suka. Geli tidak geli.

Ini yang namanya dewasa karena keadaan. Ini yang namanya bertahan hidup karena kejepit. Ini yang namanya mengeluarkan semua kemampuan di saat darurat.

 

Iya. Ternyata saya mampuonion-emoticons-set-2-61 . Ternyata saya bisa menaklukan seekor tikus penggangu yang sudah wara wiri selama seminggu.

 

Saya, Intan. Di usia 27 tahun di hidupnya telah berhasil melakukan sesuatu yang besar. Pertama dan luar biasa.

 

Saya mengucapkan terima kasih kepada penemu benda luar biasa yaitu lem tikus, yang telah membuat hidup saya semakin berarti. Sungguh lem tikus merupakan benda tercanggih dari perangkap tikus lainnya. Paling aman, paling mudah digunakan, dan paling efektif.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s