Belitung

Bulan Agustus lalu, saya mengambil cuti singkat untuk trip yang tak kalah singkat. 3 hari saja untuk melakukan perjalanan ke Belitung.

Perjalanan kali itu amat exciting bagi saya karena Belitung merupakan salah satu destinasi impian yang tertera di dalam Bucket List.

Awal mula ketertarikan tentu saja karena novel Laskar Pelangi yang dikarang oleh Andrea Hirata yang kemudian dibikinkan film. Ketika berwujud film, tentu saja pesona kecantikan Belitung menarik hati saya. Hingga saya yang saat itu masih kuliah bercita-cita bila suatu kelak telah berduit saya ingin ke Belitung.

Alhamdulillah. Bersyukur campur tak percaya ketika saya akhirnya mampu menjejakkan kaki di Pulau Belitung ketika baru saja turun dari Pesawat pada Agustus 2015. Bertahun-tahun setelah cita-cita terpatri di sanubari.

Awal mulanya, seorang teman yang mengetahui saya akan ke Belitung berujar, “Ngapain ke Belitung, toh pantai pantai juga yang ada di sana. Di Aceh aja juga banyak pantainya”

Dia benar. Aceh juga memiliki pantai yang tak kalah menariknya. Bahkan pantai-pantai di Sabang menjadi destinasi wisatawan dunia. Hanya saja saya tahu pasti, ke Raja Ampat-pun entar yang saya cari pantai juga. Kenapa?

Karena setiap pantai di setiap daerah pasti memiliki keunikannya sendiri. Hingga kita akan bertambah rasa takjub dan syukurnya akan kuasa Allah swt.

Perjalanan kali itu saya ditemani oleh seorang teman yang saya kenal melalui situs Ngerumpi(dot)com yang sekarang telah tutup. Si Mbak-nya membawa dua teman semasa sekolahnya. Jadilah kami empat perempuan kece menjamah Pulau Belitung dengan lantunan asma Allah yang tak henti-hentinya kami lafazkan.

Masyaallah… Allahuakbar.

DSC_0357Danau Kaolin

Poto kedua adalah poto yang di ambil di Danau Kaolin. Danau buatan atau lebih tepat danau jadi-jadian. Danau yang terjadi akibat dari bekas pertambangan yang sudah tidak dipergunakan. Kemudian alam-lah yang mengindahkannya. Campuran air hujan dan Kaolin membentuk warna yang emejing. Kaolin sendiri merupakan suatu bahan kimia gitu deh. Gak bisa jelaskan banyak tentang Kaolin karena Kimia saya pas SMA cukup-cukup gak remedial aja deh.

Poto di Danau Kaolin itu ketika saya sebarkan di berbagai media sosial yang saya punya banyak dikomentari dengan “editan yaaa”. Mereka tidak bertanya melainkan memberikan pernyataan.

Pergilah ke Belitung. Lihatlah dengan mata kepalamu sendiri. Lalu buktikan sendiri itu editan atau malah matamu menggunakan lensa aplikasi edit poto otomatis.

Tanpa edit. Tanpa filter. Tanpa photosop. Hanya kamera Handpone yang beresolusi tinggi dan keindahan alam yang emejing.

Advertisements

One thought on “Belitung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s