Pembuangan Pagi Hari

Saat sekolah dulu saya malas banget yang namanya sarapan, alasannya sederhana. Karena setelah makan saya harus ke toilet lagi untuk pembuangan (baca: boker) padahal sebelumnya sudah. Itu membuang waktu saya, saya bisa terlambat ke sekolah.

Akhirnya tidak sarapan bertahun-tahun lamanya membuat saya terserang maag akut. Hingga saya diopname selama 2 minggu. Sepulang dari rumah sakit saya taubat (agak nasuha). Saya mulai membiasakan diri sarapan. Agar tidak melakukan pembuangan (baca: boker) dua kali. Maka saya makan dulu baru mandi.

Adalah suatu hal yang baru saya ketahui kalau di dunia ini ternyata ada golongan orang-orang yang susah melakukan pembuangan (baca: boker) pagi. Yang mana menurut saya aneh.

Saya sarankan. Coba minum air putih dulu sebangun tidur, entar lancar deh.

Gak efek katanya.

Sarapan dulu?

Gak efek juga.

Coba minum susu?

Sebagai orang yang rada alergi sama laktosa, susu mampu melancarkan system pembuangan saya. Makanya saya ogah minum susu. Setiap sehabis minum susu langsung toilet adalah destinasi utama saya.

“Emang susah nih aku kalau mau pembuangan (baca: boker). Kadang bisa sampai 2-3 hari loh.”

Ebusyet.. kasian banget ya. Pasti perutnya kembung gak nyaman gitu. Sampah di bawa ke mana-mana selama 3 hari? Wuih…

“Minum obat pelancar kalau gak?” saranku pantang menyerah.

“Udah. Cuma ya kadang ngefek kadang gak. Gak ngerti juga lah”

 

Lain lagi halnya dengan adik sepupu saya. Demi bisa pembuangan di pagi hari dia harus makan banyak di malam hari lalu tidur dengan kipas angin supaya masuk angin katanya. Cuma ya dilemanya adalah, makan banyak di malam hari menyebabkan kegendutan.

o-wa-lah.

Begitu rumit ternyata hidup tanpa bisa boker pagi hari. Begitu banyak usaha yang dilakukan orang agar bisa membuang sampahnya tiap hari. Sementara saya, dulunya mengeluh karena membuang waktu.

 

Sekarang pencernaan saya lancar. Setiap habis shubuh pasti langsung nyari toilet. Kadang gak otomatis juga. Kalau belum ada tanda-tanda saya minum air putih segelas. Dan dalam 5 menit langsung berselancar ke toilet.

 

Sekarang, setiap kali saya berhasil melakukan pembuangan pagi hari yang mana sungguh melegakan dan mampu meratakan (sementara) perut saya. Saya selalu bersyukur. Saya masuk ke dalam golongan orang-orang yang bisa dengan mudah melakukan pembuang di pagi hari. Karena banyak orang di luar sana harus bersusah dulu demi kenikmatan sesaat itu.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s