Bahkan Penyewa Kamar Saja Dipilih

Kemarin saya membayar biaya perpanjangan kos-kosan saya. Ketika berlembar-lembar ratusan ribu yang enggan sekali saya lepaskan telah berpindah tangan ke si Kakak Kosan, kami melakukan sedikit percakapan.

Dia mengatakan, kalau si Nona Kamar Sebelah mungkin juga akan memperpanjang sewa kamarnya. Namun, dia juga mengatakan bila entar si Nona Kamar Sebelah berubah pikiran hingga tak memperpanjang sewa kamarnya, maka si Kakak Kosan memutuskan untuk membiarkan kamar tersebut tanpa ada yang sewa.

Kenapa’ menjadi sebuah tanya besar dalam benak saya. Apakah saya juga akan diusirnya atau dia memutuskan akan menikah jadi tidak menerima anak kos lagi?

FYI: kosan saya adalah sebuah rumah biasa dengan 3 kamar, yang dua kamarnya disewakan. Kamar pertama dipakai si Kakak Kosan, kamar kedua dipakai si Nona Kamar Sebelah, dan kamar ketiga saya gunakan. Kami berbagi dapur dan kamar mandi. Karena semuanya perempuan lajang dan karir maka kosan ini bisa dikatakan cukup nyaman bagi saya yang gak suka kegaduhan.

Lanjut lagi ya.

Belum sempat saya bertanya, si Kakak Kosan sudah menjelaskan. Iya, dia tipikal perempuan yang punya segala macam cerita ketika bertemu dengan siapa saja makhluk yang bisa berbicara.

Biar aja kosong kayak gitu, daripada terima orang lain tapi lalu kitanya gak nyaman? Yaaah… paling kalau kita terima ya yang belum berkeluarga dan orangnya gak ngasal lah ya.”

Si Kakak Kosan memilih. Ia dia memilih-milih siapa saja yang berhak menyewa kamarnya. Dia tidak mau diganggu oleh sikap dan tabiat penyewa yang dia gak suka. Untuk penyewa saja dia begitu pemilih, apalagi untuk calon suami ya? Mungkin itulah kenapa dia masih single di usianya yang hampir kepala empat.

Tapi benar. Seseorang yang tinggal bersama kita, yang akan berbagi atap dan bertatap muka setiap harinya haruslah orang-orang tertentu yang membuat kita nyaman.

Konon lagi jodoh…

Pasangan. Bukan hanya akan berbagi tempat tinggal, berbagi dapur, kamar mandi bahkan ranjang. Tapi lebih dari itu. Berbagi masalah hidup, berbagi kasih, berbagi suka, berbagi tawa, dan berbagi segala macam pernak pernik hidup dari segala aspek kehidupan.

Jadi… bukankah memang harus diseleksi dan dipilih?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s