Ta-kha(ngen)-yul

Di daun yang ikut mengalir lembut

Terbawa sungai ke ujung mata

Dan aku mulai takut terbawa cinta

Menghirup rindu yang sesakkan dada*

Kamu percaya takhayul**?

Semisal, telapak tangan kamu gatal maka kemungkinan kamu akan mendapatkan uang yang tak disangka-sangka.

Yang lainnya tentang bulu mata yang jatuh pertanda ada seseoran yang tengah merindukanmu.


Bisa juga tentang ketika tengah minum kamu tersedak itu
artinya ada yang lagi bicarain kamu.

Atau perihal matamu berkedut-kedut karena katanya ada yang tengah memikirkanmu.

Kamu percaya?

Jangan tertawa. Jawab saja.

Oke..

Saya tidak percaya.

Iya. Saya tidak percaya.

Well…

Mungkin tidak setidakpercaya itu. Namun juga bukan sepercaya itu juga.

Nah loh?

Ada beberapa moment ketika tangan saya tengah gatal lalu besok atau lusanya eh saya ketiban rejeki.

Atau tangan saya gatal ketika 3 hari lagi akan gajian.

Entahlah. Mungkin itu bisa-bisanya saya aja. Seperti saya yang tau, bentar lagi gajian, lalu alam bawah sadar saya menyetel otak untuk membuat rasa gatal di tangan saya.

Sudah jangan tertawa.

Iya. Saya percaya tapi tak mau percaya. Seperti seorang munafik.

Seperti juga sekarang.

Ketika mata saya berkedut. Tetiba hati saya terbersit. Adakah yang tengah memikirkan saya malam ini?

Siapa? Kamu kah?

Atau dia?

Seseorang yang saya harap tengah memikirkan saya dan merindukan saya?

Kamu jangan tertawa. Saya naïf memang. Sampai tahap ini naïf saya maksimal memang.

Tapi.. mungkin ini bukan sekedar percaya atau tidak percaya sebuah takhayul. Namun lebih kepada sebuah pengharapan.

Iya. Seperti ketika saya yang tengah kere mendadak akibat baru saja bayar uang kosan+beli kado nikahan temen+beli tiket liburan. Menganggap tangan saya yang tetiba gatal adalah pertanda mau dapet uang tak disangka-sangka. Padahal mungkin ya cuma gatel aja karena banyak kuman kali.

Begitu juga lah mungkin yang terjadi ketika mata saya berkedut-kedut. Mungkin mata saya lelah. Iya. Hanya itu. Bukan karena tengah ada yang memikirkan saya.

Karena sebenarnya saya saja yang tengah berharap. Dia. Tengah. Merindui. Saya.

Kau datang dan pergi oh begitu saja

Semua kutrima apa adanya

Mata terpejam dan hati menggumam

Di ruang rindu kita bertemu*

Ps:

*Ruang Rindu by Letto

** takhayul-takhayul yang saya sebutkan bisa jadi berbeda antara kondisi dan artinya dengan yang selama ini kamu ketahui. Karena takhayul itu berbeda-beda ceritanya setiap daerah atau malah Negara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s