Munculnya Teman Lama yang Berniat Jualan

Apa yang kamu pikirkan kalau tetiba seorang teman lama yang udah bertahun-tahun gak ada kabar menghubungi kamu?

Atau apa yang kamu pikirkan bila seorang temen semasa SD kamu yang selama ini cuma menjadi teman di FB, mengirim pesan dan meminta no ponsel juga pin bb-mu?

Hayooo apa yang kamu pikirin?

Saya aja nih ya, saya sih sukanya suudzon. Berpikir ‘hmmm… pasti mau jualan nih’ atau ‘hmm.. mau diprospek nih’.

Ada yang mau mikir kayak saya?

Hoo.. saya aja yak?

Baiklah.

Tapi hampir semua kecurigaan saya bener loh adanya. Dari yang jualan kosmetik (semacam krim siang malam) dengan iming-iming agar saya tampak cantik karena saya seorang wanita karier yang lalu saya balas “apa aku gak cantik ya selama ini?” yang kemudian berhasil membuat si temen salah tingkah. Huahahaha…

Sampai… meminta saya menjadi salah satu nasabahnya.

Selain hal-hal berbau bisnis tersebut ada juga sih yang tetiba nyapa dan….

Ngirim undangan pernikahan.

Sambil memakai kalimat andalah “kamu kapan nyusul aku?”

Oh ya.. mungkin temen saya itu rada narsis ya, pede banget menyuruh saya mengikuti langkah pilihan hidup dia. Padahal menurut saya pernikahan itu…

Ah sudahlah, nanti lain waktu saya bahas pernikahan dan kaitannya dengan pernyataan ‘kapan nyusul aku?’, karena topik kali ini membahas soal teman lama yang tiba-tiba datang dan akrab.

Melihat fenomena ini dan menyadari karir saya (setiap karir pastinya) membutuhkan networking, maka saya tidak mau menjadi sosok yang muncul saat kepepet. Saat misalnya saya diperintahkan atasan untuk promosi guna meningkatkan omset unit yang saya kelola.

Demi menjaga nama baik dan silaturahmi dengan teman lama atau teman baru maka saya memanfaatkan gadget saya yang terpaksa saya beli karena tuntutan karir. Saya manfaatkan segala aplikasi chating yang ada, lalu saat pagi hari, sembari sarapan roti dan minum milo hangat di kantor, saya mainkan jemari saya menyaapa teman, teman lama, sahabat, sahabat lama, mantan pacar, mantan gebetan, mantan tetangga, mantan calon mertua, mantan calon kakak ipar, mantan bos, mantan mantannya temen kos saya dulu (aih ribet), dan tunangan saya.

Okeh, yang terakhir saya sebut itu sebenarnya hal rutin.

Nah.. dari deretan orang-orang yang saya sapa itu, saya mulai dengan “hai apa kabar?”

Dari pertanyaan sederhana itu terjadi beragam reaksi muncul.

Ada yang:

  1. Baik. Kamu sendiri apa kabar?
  2. Kamu apa kabarnya? Lama ya udah gak ketemu?
  3. Tumben nih?
  4. Ada apa nih?

Saya suka respon nomor 1 dan 2, namun coba perhatikan respon 3 dan 4. Ada kecurigaan di sana. Terselip prasangka layaknya saya jelaskan di awal. Mungkin mereka seperti saya, curiga saya mau jualan. Atau barangkali curiga saya mau pinjem duit.

Aneh ya.. segitu skeptisnya sudah orang-orang (saya juga termasuk) dengan pertanyaan “apa kabar?”

Maka dari ini saya ingin menghimbau (ya elaaah…) kepada temen-temen semua yang sedang membaca blog saya ini untuk coba kembali menjalin silaturahmi karena bisa jadi suatu saat kita membutuhkan mereka. Agar kita tidak dicap sebagai orang yang ngehubungi kalau kepepet maka kita bisa mulai sekarang, saat senggang. Ambil gadgetmu, kirim pesan ke list contact dan bertanya apa kabarnya, bagaimana kabar anak dan suami/istrinya, lagi sibuk apa sekarang dan bila memungkinkan mengajak bertemu.

Saya saat mencoba begitu selain dicurigai ternyata ada beberapa yang merespon positif loh. Hati rasanya menjadi hangat.

Lagian ya.. buat apa ituh koleksi nomor hape semua orang, minta pin bb si anu si itu, tapi begitu diterima ya udah gitu aja. Nyapa sekalipun kagak pernah. Buat gaya-gayaan banyak list contactnya? Hadeeeuh….

Lalu ada juga yang seperti ini: ‘TC. Abaikan’

Coba diganti cara test contact dengan tetep broadcast tapi menggunakan kalimat “Maaf TC. Apa kabarnya nih?” itung-itung silaturahmi kan?

Udah buruan, ambil gadget dan sapa teman, rekan, dan handai tolanmu, gaessss….

Karena entar mana tau kalau kamu mau nawar asuransi dia akan lebih welcome sama kamu.

8 thoughts on “Munculnya Teman Lama yang Berniat Jualan

  1. Aku br ngerasain pentingnya networking akhir2 ini… Jd pengen ngehubungin temen yang dulu2, walau entah utk apa selain nyapa krn skrg ini lg gak ada hal yang bisa ditawarkan. Paling gak klo mereka sakit gigi ingetnya ke aku.. Haha.. Kayaknya klo punya anak pengen aku tanamkan networking ini, pas masih kecil kan bawaannya cm temen atau musuh, hhm, harus dibiasain bersosialisasi dan banyak temen dr kecil nih..

    1. pas masih kecil sih kita semua banyak temennya, tapi saat dewasa kita memilih teman bukan berdasarkan kuantitas namun kualitas. hal inilah yang mungkin membuat kita makin tua makin dikit temennya.

      tapi itulah karena menyadari hal ini gak ada salahnya membangun silaturahmi supaya kita bisa kayak pas kanak-kanak lagi, punya temen banyak😀

      ayooo.. silaturahmi, nambah temen nambah pasien, dokter🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s