Prolog: Kombinasi 4 Perempuan

Cuti yang ambil sejak tanggal 4 Nov-11 Nov 2014 saya pakai buat jalan-jalan ke Korea Selatan. Sebagai perjalanan pertama saya ke luar negeri tentu saja saya sangat bersemangat. Deg-degan, senang, cemas, sumringah, semuanya bercampur aduk.

Perjalanan ini menyertakan 4 orang perempuan. Semuanya single, cantik dan berkualitas.

IMG-20141109-WA0000

Saya sendiri sebenarnya tidak mengenal 2 orang lainnya. Saya berteman dengan si A, lalu si A temenan sama si B, si B sepupuan ama si C. Saya sih gak masalah sama komposisi ini. Meskipun tidak mengenal dua perempuan itu sebelumnya gak membuat saya segan ataupun merasa tak nyaman melakukan perjalanan. Malah menurut saya ini suatu hal yang bagus, jadinya saya nambah temen. Teringat dengan perjalanan beberapa bulan lalu ke Medan (yang cuma untuk bisa makan di Nelayan). Saya juga tidak mengenal dengan perempuan satunya, karena dia adalah temennya temen saya, tapi lalu kami bisa menjadi teman dan tetap menjaga hubungan sampai sekarang.

Dalam komposisi 4 perempuan cantik, single dan berkualitas ini ada satu perempuan yang kami andalkan untuk menjadi guide kami. Nona ini bernama Suci, dengan kemampuannya berbahasa Korea dia sukses membimbing kami ke jalan yang benar menuju tempat-tempat yang kami dambakan kami kunjungi di Korea.

09b46cd78f9f5626fee66bf9efad4b2d[1]

Suci in action

Photo was taken by Carina Adhitia

Guide Assistent adalah Rizka, perempuan ini juga jago baca peta jadinya ia bersama Suci adalah dua perempuan keceh penemu lokasi tempat dan membaca jalur-jalur subway yang katanya njelimet. Kenapa saya memakai ‘katanya’, karena saking njelimetnya, saya aja gak ngerti njelimetnya itu gimana.

Carina, perempuan ketiga yang ternyata adalah adik angkatan saya di kampus yang bahkan gak pernah sekalipun saya kenal di kampus, menobatkan dirinya sebagai Anak Ayam. Menurut pengakuannya, dia gak ngerti itu yang namanya menemukan jalan atau membaca peta, maka dari itu dia ikut-ikut aja kemana Guide membawanya seperti layaknya anak ayam.

Lalu apa peran saya?

Kalau Carina berperan sebagai anak ayam, maka saya ekor anak ayam. Bukan cuma ikut-ikut layaknya anak ayam, saya malah ngikutnya tanpa guna. Ia saya lebih parah. Bahasa yang saya kuasai Cuma bahasa Indonesia, kemampuan membaca peta nol besar, maka dalam perjalanan ke Korea ini saya sama sekali tak berguna. Carina lebih bermanfaat karena ia bisa bahasa Inggris dengan lancar. Saya? Satu-satunya keahlian saya menggunakan bahasa inggris cuma pas mau tanya ‘toilet di mana?’

Kombinasi 4 perempuan yang berbeda karakter dan kemampuan ini ternyata sukses membawa kami semua pergi ke Korea dan pulang kembali hingga ke Aceh dengan selamat.

Kombinasi 4 perempuan yang meskipun awalnya tak saling mengenal ternyata bisa menjadi grup (bukan vokal) jalan-jalan yang sukses.

Kombinasi 4 perempuan yang….

Cantik, single, berkualitas.

g[1]

Saya, Rizka, Carina dan Suci

Advertisements

4 thoughts on “Prolog: Kombinasi 4 Perempuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s