Sementara itu, Para Para Perempuan Single

Tanpa secangkir kopi di meja kerja, tangan saya sibuk menari-nari di layar ponsel saya. Aktivitas di pagi hari itu adalah mengobrol dengan beberapa teman melalui aplikasi chating. Nasabah belum datang pada jam segini, maka saya manfaatkan waktu saya untuk bertukar kabar dengan beberapa teman lama atau teman gak pake lama demi menjaga hubungan. Bertanya hal biasa seperti kabar, kerjaan dan kesibukan. Untuk beberapa yang sudah mempunya pasangan saya tanya pasangannya, yang sudah punya anak saya tanya kabar anaknya.

Setelah itu saya beralih melakukan percakapan di salah satu grup chating yang isinya rekan-rekan kerjanya. Lingkupnya kecil. Rekan kerja tapi yang berteman dekat. Perempuan semua.

Dalam grup itu berisikan 4 perempuan yang berusia antara 23-26. Usia segitu di mana ada perkumpulan perempuan lain yang sibuk membahas mengenai pentingnya ASI dan tempat baby spa yang bagus, atau membahas menu masakan yang sehat bergizi untuk keluarga beserta riwil harga sembako naik, sementara kami….

Kami, para perempuan single berkarir ini malah berasyik masyuk membahas perbandingan harga emas, toko emas yang bagus, dan kadar emas yang baik (ini releven dengan pekerjaan saya yang bergelut di hal-hal beginian)

Ya… kata salah satu temen saya itu, untuk sementara inilah kehidupan yang kita punya. Kehidupan yang hanya berisi percakapan soal pekerjaan yang di-sharing.

Saya setujui, dan berharap kelak, pembahasan kami akan melebar. Ke ranah kehidupan perempuan sebagai istri atau ibu, tidak lagi hanya perempuan berkarir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s