Bila Nanti Kita Menikah

Aku mensyukuri pekerjaanku ini. Pekerjaan yang gak akan pernah membuatku lembur. Ada. Tapi itu mungkin akan sangat jaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang sekali. Sehingga bila nanti kita menikah, kamu yang kerjaannya selalu lembur dan ketika kamu pulang dalam keadaan letih, ada aku yang menyambutmu pulang dengan senyum dan akan membuatkan minuman apapun yang kamu inginkan.

 

Aku menyukai pekerjaanku yang jarang menatap layar komputer. Hingga tidak membuat migrainku kumat. Bayangkan saja, pekerjaan dulu selalu membuatku pulang dalam keadaan lelah dan migrain karena selalu menghadapi komputer. Situasi ini memberikan keuntungan buatku hingga, aku tetap dalam kondisi fit sepulang kantor hingga bisa memasakkan makanan yang kamu inginkan untuk makan malam kita. Hey… aku sudah belajar memasak.

 

Aku menyukai pekerjaanku yang pulangnya lebih awal dari kantor kebanyakan, hingga aku punya waktu lebih banyak untuk mempersiapkan apa-apa saja hingga kamu pulang kantor.

 

Aku menyukai ketika aku bekerja. Maaf bila aku tidak bisa menjadi Ibu rumah tangga mutlak. Setidaknya saat ini. Tapi belum tau nanti. Mungkin nanti, aku akan mengubah pikiranku entah dengan apa.

 

Tapi yang harus kamu yakini adalah, sesuka apapun aku terhadap pekerjaanku, secinta apapun aku terhadap karirku, tetaplah kamu diatas segalanya, tetaplah kamu yang lebih aku suka, tetaplah kamu yang lebih aku cinta.

 

 

Maka, kamu. Jangan melakukan hal sebaliknya. Nanti, bila kita menikah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s