Yang Telah Pergi Gak Bisa Kangen

Kata orang Jawa, apabila kita mencium bau yang mengingatkan akan orang lain, biasanya orang itu memang sedang memikirkan atau merindukan kita. 

-Wangi-

Kalimat tersebut saya ambil dari sini. Salah satu blog yang kerap saya baca kalau blogwalking.

Hal pertama yang muncul ketika saraf otak saya memberikan informasi tersebut memberikan efek kepada saya tentang kenangan. Lagi. Dan lagi.

Sebelum saya melanjutkan, tolong tahan diri kalian untuk tidak memberikan puk-puk lagi buat saya. Tenang saja, saya menulis ini tidak dengan perasaan galau. Hanya ingin menulis. Itu saja. Kehidupan saya sudah sangat baik sekarang.

Balik ke topik ye.

Pas awal-awal si pacar meninggal, saya pernah mengalami hal serupa. Aroma khas-nya tiba-tiba menyambangi hidung saya. Itu bukan aroma dari parfum yang ia kenakan, karena sekeras apapun saya memintanya memakai parfum tak pernah mau ia lakukan. Aroma yang menyambangi hidung saya itu berasal dari pengharum pakaian yang digunakan ibu saya yang juga sama dengan aroma yang dipakai oleh almarhum pacar saya.

Ketika itu reaksi saya adalah kaget. Lalu benak mulai muncul sekelebat kenangan tentangnya. Tentang canda tawa kami, tentang rajukannya, tentang perdebatan tak penting, tentang amarah. Tentang semuanya. Tentang dia.

Ketika itu reaksi kedua saya adalah murka mendadak. Saya kesal kenapa ibu saya memilih pengharum pakaian yang sama yang selalu ia pakai. Saya kesal saya harus kembali mengingatnya dengan cara seperti itu. Saya ingat saat itu saya melarang ibu saya kembali memakai pengharum pakaian itu. saya tak ingin terjebak kembali bersama kenangan tentangnya. Karena saat itu (setahun lalu) hati saya masih labil.

Bila memang dikatakan bila kita mencium aroma seseorang maka orang tersebut tengah kangen dengan kita. Sepertinya untuk kasus saya, hal ini tidak berlaku. Karena saya percaya, orang yang telah mati terputus segala urusannya dengan dunia kecuali 3 hal: doa anak yang sholeh, ilmu yang bermanfaat dan sedekah jariyah.

4 thoughts on “Yang Telah Pergi Gak Bisa Kangen

  1. Para ahli sebelumnya menyatakan aroma dapat memengaruhi ingatan kemungkinan karena dekatnya jarak antara olfactory bulb, bagian dari otak yang membantu orang memproses aroma, dengan daerah amygdala dan hippocampus, bagian yang mengontrol emosi dan memori.
    di Utrecht University Belanda sudah pernah dilakukan eksperimennya kak😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s