Tidak Sedang Menggombal

Seperti tadi malam. Percakapan sebentar melalui telepon. Saya bertanya apa yang telah kamu lakukan hari ini. Kamu bercerita seluruh kegiatanmu yang seperti biasa, selalu padat dan bikin lelah tentu saja.

Kamu balik bertanya, apa saja yang saya lakukan seharian tadi. Saya berkata, hari saya hanya diliputi oleh ingatan tentang kamu. Sedang sarapan saya ingat kamu. Sedang mandi ingat kamu. Sedang kerja ingat kamu. Sedang nunggu bus ingat kamu. Sedang buang airpun ingat kamu.

Kita tertawa.

Kita berdua sama-sama tahu saya menggombali kamu.

Tapi memang kegiatan saya tak begitu menarik untuk diceritakan, bagi saya lebih menarik lagi menggoda kamu dengan gombalan saya lalu kita tertawa.

Tertawa untuk meluruhkan rasa letihmu. Tertawa untuk membuat kita semakin akrab. Tertawa untuk memberikan saya rasa terbiasa nanti.

Ya, agar nanti saya selalu bisa menjadi tempat kamu melepaskan lelah seharian bekerja. Menggantikan kepenatan dengan tawa. Mungkin untuk itu saya dituntut untuk lebih kreatif agar kelak gombalan-gombalan saya selalu memberimu kejutan, dan mungkin juga debaran.

Tapi tak mengapa, apa yang enggak sih buat kamu?

Seperti tadi malam. Saya terdengar ceria dan begitu senang. Ya memang. Seharian itu saya memang bahagia. Bagaimana tidak, pagi-pagi saja saya sudah mendengar suara kamu. Lalu hari saya diakhiri dengan mendengar suara kamu mengucapkan selamat malam buat saya. Bagaimana saya tidak bahagia?

Jangan tertawa. Saya sedang tidak menggombal kali ini. Saya serius.

You-and-Me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s