Perempuan Yang Mencintai Lebih Banyak

Saya suka kagum sendiri deh kalau lagi blogwalking terus nemu blogger perempuan yang tulisannya manis-manis gitu lalu dia menulis tentang bagaimana perasaan dia yang dalam terhadap pasangannya. Kebanyakan dari blog yang saya baca itu mereka seperti.. ah tidak, mereka jelas-jelas mengungkapkan betapa rasa cinta mereka terhadap pasangannya melebihi perasaan cinta pasangannya terhadap mereka. dan mereka bangga akan hal itu. Mereka bangga dan dengan senang hati mengambil peran sabagai seseorang yang menjadi pecinta lebih.

Karena hal itulah saya kagum ama perempuan-perempuan itu.

Saya pernah menulis tentang pihak yang lebih mencintai di tulisan ini.

Saya, pernah bertekad untuk lelaki sekarang ini saya akan mencintainya lebih. Berusaha mengeluarkan semua perasaan cinta yang selama ini dipendam karena kebanyakan saya tahan karena ego bernama gengsi.

Tapi untuk sekarang memang saya gak mau lebay ama dia. saya hanya mencoba menjadi perhatian dan pengertian untuknya yang mana semasa pacaran dulu-dulu gak pernah saya lakukan. Dan kelak ketika kami menikah nanti, saya akan mencintainya lebih banyak dari dia, dan mengeluarkan semua rasa cinta saya untuknya.

Kira-kira berhasil?

Tiba-tiba saya pesimis. Sekarang saja saya masih perhitungan sama dia, kalau dia terlalu sibuk hingga dua hari mengabaikan saya, sikap saya ama dia langsung berubah. Saya gak akan perhatian lagi sama dia. Nanti ketika dia kembali menghubungi saya dan kami kembali bisa berbicara santai, maka mood saya terhadapnya bagus lagi.

Ya, sikap saya tergantung bagaimana perlakuan saya terhadapnya.

Padahal saya tahu dengan jelas tentang segimana sibuknya dia dengan pekerjaannya. Tentang dia yang pekerja keras juga gila kerja. Tentang saya yang memang harus sabar menghadapi lelaki workaholic ini.

Saya juga tahu dia bukan orang romantis mellow yang pandai merangkai kata dan pandai membujuk kalau saya ngambek. Untuk itulah sejak dini saya sudah harus mempersiapkan mental tahan baja menghadapi dia agar saya gak gampang sakit hati.

Karena punya pasangan lelaki kaku begitu tentu saja saya yang harus bersikap lunak dan manis agar hubungan tetap harmonis bukan?

Masa iya saya mau jutekin si kaku itu? entar malah jadinya kami saling mendiamkan dong. Saya gak mau hal itu terjadi makanya saya ingin sekali bisa bersabar dan setiap hari bersikap manis sama dia.

Persis seperti perempuan-perempuan yang blognya saya baca itu. saya ingin menjadi perempuan yang akhirnya bisa ia sandarkan pundaknya ketika ia pulang kerja dan kelelahan. Saya ingin menjadi perempuan yang mengecupnya penuh cinta saat bangun di pagi hari. Saya ingin menjadi perempuan yang tanpa malu dan gengsi membisikkan kata-kata cinta padanya hingga wajahnya bersemu merah. Saya ingin sekali menjadi pihak yang romantis untuk kelangsungan hubungan kami. karena berharap dia yang romantis itu tidak mungkin.

Ini ngeluh?

Lah kalau ngeluh kenapa mau gitu punya calon suami kayak gitu?

Di balik semua kekurangannya tentu ada kelebihan dong yang membuat saya jatuh cinta padanya.

Itu karena dia mudah memahami apa yang saya katakan. Nyambunglah. Lalu dia juga kerap memberikan nasihat yang bagus ketika saya curhat. Dia juga yang masih bersikap tenang dan bersuara lembut ketika saya merajuk sama dia. Dan yang paling penting dia lelaki yang mampu membuat saya tahu kalau posisi saya dibawahnya. Semua wibawa dan sikapnya yang dewasa saya yakin mampu membimbing saya nantinya. Mampu membuat saya mendengarkan kata-katanya (Yah.. selama ini saya terkenal sebagai perempuan susah nurut). Dan saya rasa dia mampu mengendalikan saya yang emosional dan angkuh ini. Karena rasa seperti ini belum pernah saya rasakan. Biasanya saya selalu menjadi pihak yang dominan dimana maunya saya aja yang didengarkan tanpa mau mendengarkan.

Ah iya… semoga kita berjodoh ya🙂

Dan semoga nanti saya bener-bener bisa mencintai kamu lebih banyak ketimbang kamu mencintai saya. Supaya kamu akhirnya bener-bener bersyukur memilih saya menjadi pendampingmu nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s