Cinta Tanpa Tanda Bintang

Mencintalah dengan tulus. Jangan seperti provider telepon selular.

Akhirnya kamu tahu dengan jelas tentang aku yang pemalas, bangun siang bila libur, tak bisa memasak, makan dengan porsi kuli.

Lalu kamu hanya bergumam ‘hmmm’…

Aku mengetahui kalau ternyata kamu begitu kaku, begitu workaholic, bisa begitu cuek, dan kadang mengabaikanku berhari-hari.

Lalu aku hanya mampu mengurut dada sambil menghembuskan nafas panjang.

Seperti kamu yang tak pernah menuntutku untuk belajar masak. Maka aku maafkan segala sifat kakumu yang tak pernah bisa merespon semua kalimat manis yang aku rangkai khusus untukmu.

Seperti kamu yang tak pernah mempermasalahkan latar belakang keluargaku, apa aku berasal dari keluarga kaya maka sudah speatutnya aku maklum dengan sifat cuekmu.

Seperti kamu yang tak masalah dengan porsi makanku yang banyak dan segala kekurangan fisikku maka aku memaklumi masalah bau kakimu.

Seperti kamu yang tahu tentang segala cita-citaku dan ingin turut menggapainya bersamaku, sudah selayaknya aku ikut mengerti kamu akan kebiasaanmu begitu mencintai pekerjaanmu.

Tentang kamu yang tak mempermasalahkan kekuranganku. Tentang kamu yang mengatakan akan berusaha mencintai segala kekuranganku bukan hanya kelebihan (yang memang menjadi patokan utama seseorang terpesona), aku ucapkan terima kasih.

Tentang kamu yang (Insyaallah) akan menjadi pendampingku, cintailah aku tanpa ada tanda bintang kecil ikut tersemat di akhir kata. Cintai aku tanpa ada syarat dan ketentuan berlaku.

Kamu…

Lelaki sekarang…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s