Dimas

Dimas.

Bagi saya nama itu sederhana tapi pas. Pas dalam artian tidak kuno tetapi tidak juga terlalu mewah atau terkesan modern. Nama yang selalu saya suka.

Selain Dimas, saya juga penyuka nama Rian. Tapi kali ini saya ingin membahas Dimas saja dulu.

Kala saya SMA ada temen sekelas bernama Dimas. Orangnya lucu, lumayan pintar. Fisiknya kurus, tinggi, putih. Well, bentuk fisik yang cenderung membuat saya naksir emang.

Menilik karakter dan fisik Dimas semestinya saya jatuh hati. Karena emang kriteria saya katakanlah seperti itu. Namun saya tak jatuh hati pada Dimas. Saya hanya sekedar suka dengan sosok ceria itu. selain itu bagi saya dia pantas menyandang nama Dimas.

Setelah itu saya tak lagi bertemu dengan penyandang nama Dimas yang lain.

Hingga terdamparlah saya di perusahaan tempat saya bekerja sekarang. Saya mengenal tiga orang bernama Dimas dengan karakter dan perawakan yang jauh berbeda. Ketiga-tiga tak ada yang seperti Dimas masa SMA.

Betewei udah nyampe sini saya malah nge-blank mau nulis kelanjutan tulisan ini bakal jadi gimana. Dan tiba-tiba bingung juga kenapa malah membahas nama Dimas.

Ah.. sudahlah, Dimas ini bukan kelak akan saya jadikan salah satu tokoh dalam cerita saya.

Ah.. iya, saya tengah membuat novel (yang entah bakal jadi atau bernasib sama seperti pendahulunya yang Cuma stuck sampai halaman 50-an saja) nama tokoh utama lelaki-nya belum saya putuskan. Kayaknya saya kasih nama Dimas aja deh.

 

Advertisements

2 thoughts on “Dimas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s