Jodoh Dibikin Ribet

Saya pernah mendapati cerita tentang seorang perempuan yang takut berpacaran lagi karena ia pernah semacam yah… katakanlah ‘diramal’. Si peramal abal-abal ini mengatakan kalau siapapun kelak lelaki yang akan dekat dan berpacaran dengan si perempuan, maka kelak itulah jodohnya. Itulah lelaki terakhir.

Demi hasil ramalan itu, hingga kini setau saya ia takut berpacaran lagi. Takut ketika ia memilih seseorang sebagai pacarnya maka itu akan menjadi suaminya kelak. Meskipun ngakunya ia tak percaya ramalan, tapi perempuan itu nyatanya takut pacaran lagi hingga menemukan orang yang tepat.

Kamu pernah merasakan ketakutan semacam itu?

Padahal ya, emang gitu kan seharusnya. Kita memilih seseorang untuk menjadi dekat ama kita yak arena kita berharap ia menjadi pendamping kita kelak, kan? Iya kan?

Atau malah kamu enggak?

Saya pernah punya ketakutan serupa. Takut berpacaran ama lelaki manapun karena takut kelak ialah jodoh saya. ketakutan ini disebabkan adalah saya tak yakin kalau lelaki itulah yang akan menjadi suami saya nanti. Alhasil dari sekian banyak alasan dulunya saya enggan berpacaran, alasan ini adalah salah satunya. Saya pacaran bukan buat main-main.

*pasang tampang serius*

Nah, saat saya berpacaran saya berkomitmen, bahwa lelaki yang tengah saya pacari ini adalah lelaki yang sama yang akan saya temui di pelaminan duduk bersama saya. Gitu komitmen saya. Tapi yaaa.. apa daya… saya tidak masuk ke dalam kualitas istri yang dia inginkan, akhirnya saya pun diputuskan. Tisssueee. Mana tisssueeee…?

Pernah juga saya dekat dengan beberapa lelaki. Tentunya lelaki ini naksir saya sementara saya tidak. Bukan sombong loh ya. Ini Cuma cerita. Jadi ketika si lelaki ini terus dengan intens menghubungi saya, pernah saya jadi galau karenanya. Di satu sisi saya nyaman berteman dengan mereka, di sisi lain saya tak ingin dekat lebih dari teman. Di satu sisi, bila saya menghindarinya maka saya kehilang satu orang yang enak saya jadikan temen dan bercanda bersama, tapi di sisi lain, saya takut tindakan yang mengarah ke hubungan lebih intens yang saya lakukan bersamanya takut berbuah jodoh. Ia saya takut berjodoh ama dia.

Jodoh di tangan Tuhan tetapi manusia yang mengusahakannya. Nah, saya takut ketika si lelaki berusaha, saya ladeni jadilah jodoh. Kenapa takut? Karena saya tak mengharapkan lelaki seperti itulah jodoh saya.

Jodoh memang membingungkan yak? Amat. Terutama bagi orang-orang yang belum menemukannya.

Dan lagi, saya bingung apa kesimpulan dari tulisan ini dan bagaimana menutup tulisan ini. Jadi ya sudah, saya pamit dan terima kasih sudah membaca tulisan tak ada ujung ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s