Sakit Hati atau Sakit Gigi ya enaknya?

Pilih mana sakit hati atau sakit gigi?

Alm. Om Meggy Z jelas memilih sakit gigi. Saya sendiri belum bisa menentukan pilihan yang mana, karena saya belum pernah merasakan sakit gigi.

Sangat tidak adil ketika saya memutuskan suatu hal bila mana kedua hal yang dibandingkan itu belum saya ketahui salah satunya. Makanya saya abstain untuk pertanyaan di awal tulisan ini.

Kamu bagaimana?

Saya tak tahu seberapa sakit sih hati sih Om Meggy Z sehingga ia menasbihkan kalau dirinya lebih baik sakit gigi ketimbang hati. Satu yang saya tahu, saya juga pernah sakit hati.

Mari kita kerucutkan sakit hati ini merujuk pada pembahasan putus cinta atau patah hati.

Saya pernah patah hati.

Sakit?

Jelas dong.

Sekarang?

Sudah lupa tuh.

Ia sakit hati itu ya kayak gitu. Gak kekal. Jadi ya gak usah ditakuti sedemikian rupa. Saya bersyukur hati saya pernah dilukai oleh seseorang, karena akhirnya hal tersebut mengajari saya. Hal tersebut saya jadikan pengalaman. Akibat pernah patah hati saya akhirnya tak lagi penasaran atau bertanya-tanya bagaimana reaksi hati, jiwa dan raga saya terhadap patah hati. Lalu apa yang akan menjadi jalan keluar bagi saya menghadapi diri saya yang hatinya patah.

Dulu saya philophobia. Takut jatuh cinta dan dicintai. Saya rasa ketakutan saya akan jatuh cinta itu ujung-ujungnya karena saya takut terluka, takut patah hati, takut mewek-mewek kayak abege labil yang sangat bertolak belakang dengan pribadi saya yang lebih dikenal oleh orang lain sebagai perempuan keras.

Cukup sekali aku merasaaa….

Kegagalan cinta….

Tak’kan terulang kedua kali…

Di dalam hidupku…

Memang saya gak berharap selanjutnya saya akan merasakan lagi patah hati akibat cinta yang kembali gagal. Tapi saya tahu diri resiko selalu ada. Makanya untuk saat ini saya berpikir simple. Kalaupun akhirnya kelak saya harus patah hati lagi saya pasti lebih siap ketimbang yang dulu. Karena saya udah pengalaman. Dan saya akan terus mengingatkan diri saya bahwa sakit itu tak kekal. Akan hilang tak bersisa bahkan terlupakan sakitnya oleh waktu.

Mungkin akan menjadi drop di awal-awal, mewek banjir air mata, tapi tetap harus ingat untuk kembali bangkit. Untuk kembali hidup. Karena sakit hati, putus cinta, akibat diselingkuhi, diputusin, ditinggal kawin, semua rasa pedih itu akan hilang pada waktunya.

Sekarang saya tanya deh, kapan terakhir kali kamu patah hati? Untuk yang menjawab lebih dari sebulan lalu, saya akan kembali bertanya, masih terasa rasa sakitnya?

Gak, kan?

Atau gak terlalu kerasa deh.

Nah, untuk itulah, kenapa harus takut patah hati dan putus cinta. Maka beranilah untuk patah hati karena itu artinya kamu membuka kesempatan hati kamu untuk mendapatkan yang lebih baik <== kalimat yang ditujukan buat diri sendiri.

Kalau kamu rasa pasangan yang sekarang lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya bagi hati, jiwa, raga, dan dompetmu, maka tak ada salahnya putuskan saja pacarmu, lalu bilang ailofyu pada yang lain. Berani ambil keputusan. Jangan menzalimi diri pada cinta yang gak membahagiakan. Masih banyak orang di luar sana (semoga juga banyak yang jomblo dan tidak homoseksual). Setelah berpisah dari satu orang, akan ada orang lain yang lebih baik. Bila harus dibayar dengan sakit hati dan mewek di awal-awal, maka akan ada pendaran kebahagian dari pancaran matamu di kemudian hari.

Yap. Tulisan ini berdasarkan kisah nyata si penulis. Boleh diambil hikmahnya kalau kamu, boleh diabaikan bila dianggap tak penting. Karena tulisan ini hanya untuk kembali mengingatkan saya agar kembali berani membuka hati dengan resiko hati yang (mungkin dan amit-amit jabang bayi) akan kembali hancur.

Tak ada yang kekal dari sebuah rasa sakit. Jangan lebay. Baik sakit hati maupun sakit gigi, semua hanya bersifat sementara asal kita mau berobat yang bener.

2 thoughts on “Sakit Hati atau Sakit Gigi ya enaknya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s