Dilema: Donni atau Saiful?

Beberapa orang mungkin akan membanding-bandingkan mantannya dengan pacarnya yang sekarang. Bila pacarnya yang sekarang gak perhatian langsung kangen deh ama betapa perhatiannya pacarnya yang dahulu.

Saya sendiri gak pernah membanding-bandingkan pacar saya. Okeh bandingin sih, tapi malah hasilnya positif. Maksudnya saya akhirnya mempunyai pacar yang lebih baik dari mantan. Bukan mantan yang lebih baik dari pacar. Maka dari itu saya akhirnya gak kecewa dan membuat perbandingan antara pacar dan mantan.

Sayangnya hal itu gak berlaku buat pacar saya. mereka selalu menganggap mantannya lebih baik ketimbang saya. Yaaah.. mau gimana ya.. saya ini memang kurang pinter pacaran dan kurang pengertian orangnya

*kikir kuku*

Membandingkan seseorang.

Saya ternyata juga suka membandingkan, hanya saja objeknya bukan pacar. Tapi di lingkungan kantor. Saya ngerasa Bos saya kala di Banda Aceh lebih menyenangkan ketimbang Bos di Bireuen. Lama saya gak bisa move-on sampai akhirnya saya sadar, bos saya ya ini, dengan lebih dan kurangnya yang harus saya terima.

Setelah Bos. Saya dihadapkan dengan rekan kerja. Awalnya saya berpartner dengan rekan kerja sebut saja bernama Donni. Donni sedikit cuek, urakan, gak rapih tapi dia perhatian, gak mesti diperintah-perintah untuk kerja dan bisa saya ajak diskusi. Karena suatu hal Donni akhirnya kena mutasi ke Lhoksemawe. Saya punya rekan kerja baru, sebut namanya Saiful. Saiful kerjanya rapi, teliti, cepet dan tau bagaimana berhemat. Tapi.. tapi.. tapi..

Dia kalau kerja mesti diaba-abakan dulu. Mesti dibilang berkali-kali. Agak lambat dalam mikir daaaaaaaaaaaaan… gak pernah denger ama omongan saya alias ngeyel. Selalu ngeyel. Kalau saya bilang A gak pernah dia lakukan, selalu akhirnya dia lakukan semau dia. Akhirnya kebukti kalau yang dia lakukan salah dan akhirnya bikin nasabah ngomel lalu saya pengen garuk-garuk mukanya.

Berulang kali saya harus menyabar-nyabarkan diri ama dia. Saya gak mau ada konflik dan terlalu ngebossy tapi emang dia RADA ngeselin siy.

Lalu perihal membandingkan kerap terjadi sampai saya sadar. Mau sampai kapanpun Saiful adalah Saiful dengan lebih dan kurangnya. Sama halnya seperti Donni yang lebih kurangnya saya terima. Lalu apa pembeda Donni dan Saiful. Donni partner pertama saya, maka ia tak punya pembanding sebelumnya hingga dia aman. Saya yang terbiasa sama Donni lalu berubah harus berduet ama Saiful jadi membandingkan Saiful ama Donni.

Gak adil bukan?

Dalam hal apapaun pembandingan gak akan pernah adil. Karena ini bukan membandingkan apel sama apel. Tapi apel sama jeruk. Gak sama.

Saya akhirnya berhenti membanding-bandingkan Saiful dengan Donni dan berusaha menerima Saiful apa adanya ketika saya teringat percakapan saya dengan salah seorang teman saya tentang pilihan, resiko dan jodoh.

Memunyai Saiful ibarat kata kayak kelak saya punya suami. Lebih kurangnya suami saya ya harus saya terima sebagai konsekuensi saya memilih dia. Gak boleh sama sekali membandingkan suami ama mantan pacar. Suami dengan lebih kurangnya ya harus saya terima apa adanya dan tetep cinta. Kekurangan suami adalah resiko yang harus saya terima karena telah memilih dia menjadi pendamping saya kelak.

Begitu juga Saiful rekan kerja saya. Saya harus terima dia dengan lebih dan kurangnya. Berusaha bersabar dengan ketidaksukaan saya terhadapnya, karena toh dengan adanya dia pekerjaan saya terbantu. Lagian ada pepatah yang bilang, “sukailah apa yang kamu punya, meskipun kamu gak memunyai apa yang kamu suka.”

Yaaah.. meskipun begitu Saiful, sementang saya menganalogikan kamu dengan jodoh, suami dan kata suka. Bukan berarti saya menyukai kamu, berharap berjodoh denganmu, atau menjadikanmu suami.

Saya sudah punya calon. Dan kamu, berhentilah memacari anak SMA yang masih suka ngambek dan ngerepotin itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s