Tentang Bagian Cerita Test Pack

Sudahkan anda membaca novel berjudul Test Pack? Kayaknya udah yak, eh atau malah gak baca novelnya tapi udah nonton filmnya? Yah intinya kamu tahulah ya jalan cerita novel atau film Test Pack itu gimana.

Sebagai pecinta novel dan selalu kesel sama versi layar lebar yang diangkat dari sebuah novel best seller saya gak terlalu suka ama versi filmnya. Kali ini penilaian saya lebih ke subjektif. Saya malah kurang mempermasalahkan filmnya yang jadi beda ama novel. Itu seperti sudah memang pasti akan seperti itu kalau novel akan diangkat ke sebuah layar lebar. Saya abaikan menyoal si Tata yang profesinya beda atau malah munculnya tokoh model cantik yang merupakan cinta masa lalu Rahmat. Abaikan soal itu semua. Hanya satu yang bikin saya gak suka ama versi film Test Pack ini.

Tak lain dan tak bukan adalah…

Kenapa yang memerankan Tata adalah si mbakyu Acha Septriasa?

Kenapa?

Apa salah Reza Rahardian, ya Allah? Kenapa lelaki nan ganteng itu punya lawan main Acha Septriasa?

Okeh. Ini subjektif emang. Saya gak suka Acha Septriasa. Kenapa?

Gak tahu.

*lempeng*

Saya mau cerita sedikit tapi bukan resensi yak. Dalam film test pack yang saya sesali dimainkan oleh Acha ini sebenarnya saya terenyuh nontonnya. Saya suka pas adegan pernikahan Rahmat dan Tata. Saya suka ketika ada dialog ‘Apa adanya kamu sudah melengkapi saya, neng’.

Buset…

Merinding euy ngedengernya

Tetiba saya pengen copas kalimat itu kelak buat suami saya ketika Ijab Qabul baru saja selesai. Pengen mengatakan hal yang sama.

Apa adanya abang, udah melengkapi Intan’ sambil senyum manis memamerkan deretan gigi.

Atau tidak.

Saya akan modusin lelaki yang akan menjadi suami saya nantinya. Kelak ketika kami sudah menikah saya akan mengajak dia nonton film ini. Terus saya akan mengulang-ulang adegan di mana kalimat itu ada agar si suami ‘ngeh’ dan paham kalau saya ingin dia berpikiran hal yang sama kayak Rahmat. Karena bila menilik sikap dan gayanya lelaki yang (insyallah) akan menjadi suami saya kelak ini, gak mungkin deh dia bisa bersikap seromantis itu ngucapin dialog so sweet itu.

Jadi ya, cukup dia paham. Kalau saya ingin melengkapi dia, dia melengkapi saya lalu kami saling menerima apa adanya.

Okeh, saya mulai ngayal.

Itu adegan dalam film yang bikin saya terkesima yak. Dan memang saya berencana amat ini film harus ditonton oleh calon suami saya kelak baik pada saat dia masih berstatus calon ataupun sudah berstatus suami. Karena banyak adegan di sana yang patut di tiru. Seperti ya… ngusel-ngusel tiduran di pangkuan suami sambil baca novel.

Okeh, ngayal saya udah berlebihan

*tampar diri*

Itu versi film.

Dalam versi novel yang saya baca langsung selesai dalam sekejap karena plotnya yang bagus banget diatur oleh Mbak Ninit Yunita ini, membuat novel Test Pack menjadi salah satu novel favorit saya.

Saya membacanya ketika masih kuliah. Lupa ketika semester berapa. Sudah lama. Ketika membaca cerita tersebut ada hal kecil dalam keseluruhan novel itu yang menarik buat saya. hal itu adalah panggilan Tata dan panggilan Rahmat.

Tata memanggil dirinya sendiri dengan sebutan ‘Eneng’ yang juga digunakan Rahmat untuk memanggil istrinya itu.

Rahmat menyebut dirinya ‘Kakang’ ketika ngobrol dengan Tata, dan Tata juga memanggil suaminya dengan sebutan “Kakang’.

Bila kebanyakan novel akan menggunakan kata ‘aku’ dan ‘kamu’ maka novel ini menggunakan kata ‘Eneng’ dan ‘Kakang’, dan bagi saya itu terkesan muanis banget. Dalam versi film hal ini tak terlalu kentara dimunculkan.

Saya memang suka dipanggil ‘Eneng’. Dan satu-satunya kesempatan saya bisa dipanggil ‘Eneng’ adalah ketika saya pernah bekerja di Jakarta. Ya memang saat di Jakarta lah saya menyadari saya suka sama panggilan ‘Eneng’ ketimbang panggilan ‘Mbak’ atau ‘Kak’.

Sayangnya saya orang Aceh dan calon suami pun orang Aceh, gak mungkin juga saya minta dipanggil ‘Eneng’ ama si Abang itu. Ya.. meskipun kelak kami akan tinggal di Bandung sekalipun.

One thought on “Tentang Bagian Cerita Test Pack

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s